Berita Terkini

KPU Kota Semarang Dorong Partisipasi Pemilih Pemula melalui Pendidikan Pemilih di Kelurahan Pedalangan

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pemilih di Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut menyasar kelurahan dengan tingkat partisipasi masyarakat rendah pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Tahun 2024.

Lurah Pedalangan Kecamatan Banyumanik, Agustinus Kristiawan, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat khususnya bagi para pemilih pemula yang hadir.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk pemilu ke depan dan menjadi bekal bagi adik-adik semuanya agar bisa berpartisipasi dalam pemilihan untuk menentukan arah bangsa,” ujarnya.

Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini, menyampaikan bahwa kegiatan pendidikan pemilih tersebut merupakan program perdana yang dilaksanakan KPU Kota Semarang dan akan digelar di 16 kecamatan dengan sasaran satu kelurahan yang memiliki tingkat partisipasi masyarakat rendah di kecamatan tersebut.

Dalam materinya, Ahmad Zaini menyoroti masih adanya pemilih yang hadir ke TPS namun surat suara yang dicoblos tidak sah. Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian bersama.

“Pendidikan pemilih tidak hanya mendorong masyarakat hadir ke TPS, tetapi juga agar masyarakat memahami cara memberikan suara dengan benar sehingga suara yang diberikan bernilai sah dan dihitung satu suara,” jelasnya.

Narasumber kedua, Suyanto dari kalangan akademisi, menyampaikan materi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Tahun 2024.

Ia menjelaskan bahwa unsur paling utama dalam partisipasi pemilih adalah kehadiran masyarakat dalam pemilihan langsung.

“Unsur yang paling utama itu adalah kehadiran dari para pemilih, karena pemilihan dilaksanakan secara langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, ia memaparkan beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat, di antaranya faktor sosial ekonomi, apatisme politik, rendahnya kepercayaan publik akibat kasus korupsi, hingga faktor media dan informasi.

“Partisipasi masyarakat adalah kunci untuk masa depan Kota Semarang yang lebih baik. Karena itu diperlukan kolaborasi antara KPU, pemerintah daerah, media, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, rendahnya literasi politik membuat sebagian masyarakat belum memahami dampak Pilkada terhadap kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, selaku narasumber ketiga menyampaikan materi tentang peran partisipasi masyarakat dalam pencegahan pelanggaran pemilu di Kota Semarang.

Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam meminimalisir berbagai bentuk pelanggaran dan kecurangan dalam pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, Arief Rahman juga menjelaskan berbagai jenis pelanggaran pemilu kepada para peserta.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi ke depan agar wilayah dengan tingkat partisipasi rendah dapat diantisipasi dan didongkrak,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, KPU Kota Semarang berharap dapat melakukan evaluasi sekaligus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilu dan pemilihan mendatang. (ana/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 50 kali
🔊 Putar Suara