KPU Kota Semarang Perkuat Pendidikan Pemilih Lansia untuk Dorong Partisipasi Pemilu yang Lebih Inklusif
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memperkuat upaya peningkatan partisipasi masyarakat melalui pendidikan pemilih pada kelurahan dengan tingkat partisipasi rendah dengan segmen masyarakat lanjut usia (lansia) di Kelurahan Gajahmungkur, Selasa (26/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam mewujudkan pemilu yang lebih inklusif, ramah, dan partisipatif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Anggota KPU Kota Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan, Henry Casandra Gultom, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pendidikan pemilih menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat, khususnya pemilih lansia.
Menurutnya, partisipasi pemilih tidak hanya diukur dari jumlah kehadiran di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga dari kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
“KPU Kota Semarang berusaha maksimal meningkatkan partisipasi pemilih yang berkualitas agar dapat menghasilkan pemimpin yang legitimate, representatif, dan mampu menjalankan pemerintahan sesuai aspirasi rakyat,” ujar Nanda.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yang memberikan edukasi sekaligus membuka ruang diskusi bersama peserta lansia. Pemateri dari Anggota Bawaslu Kota Semarang, Silvania Susanti, menekankan pentingnya pelayanan ramah lansia dalam pelaksanaan pemilu.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman pemilu sebelumnya menjadi bahan evaluasi bersama untuk menghadirkan akses dan fasilitas yang semakin baik bagi pemilih lansia.
Selain itu, Bawaslu juga menegaskan komitmennya untuk mengawal pemenuhan hak pilih lansia serta memastikan seluruh pemilih mendapatkan perlakuan yang setara tanpa diskriminasi.
Sementara itu, Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Bayu Kurniawan, menjelaskan bahwa pendidikan pemilih memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat di tengah tantangan seperti rendahnya literasi, keterbatasan akses informasi, hingga tingginya mobilitas masyarakat.
Ia mendorong adanya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar edukasi kepemiluan dapat menjangkau lebih banyak kelompok pemilih, termasuk lansia.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Para pemilih lansia menyampaikan berbagai harapan agar informasi kepemiluan semakin mudah diakses, termasuk terkait calon peserta pemilu maupun lokasi TPS. Mereka juga berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui pendidikan pemilih tersebut, KPU Kota Semarang berharap semakin banyak pemilih lansia yang merasa percaya diri, terlibat aktif, dan nyaman dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan demokrasi yang lebih dekat, inklusif, dan berpihak kepada seluruh warga negara. (lia/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)