Berita Terkini

KPU Kota Semarang Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Proses dan Pengawasan Demokrasi

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id – KPU Kota Semarang terus mendorong peningkatan kualitas partisipasi masyarakat dalam demokrasi melalui kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih partisipasi rendah yang berlangsung di Aula Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari. Acara menghadirkan materi tentang partisipasi masyarakat serta pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu, Selasa (2/6).

Dalam kegiatan tersebut, Anggota KPU Kota Semarang M. A. Agung Nugroho menekankan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih merupakan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan, baik pada masa tahapan maupun non-tahapan pemilu. 

Tujuannya tidak hanya menyebarluaskan informasi kepemiluan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Menurut Agung, pendidikan pemilih menjadi instrumen penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai hak, kewajiban, dan peran mereka dalam penyelenggaraan demokrasi. 

Sasaran kegiatan mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pemilih pemula, pemilih muda, perempuan, penyandang disabilitas, kelompok marjinal, komunitas, kelompok keagamaan hingga warga internet atau netizen.

Selain membahas pendidikan pemilih, peserta juga memperoleh materi mengenai pengawasan partisipatif yang disampaikan Anggota Bawaslu Kota Semarang Dwijaya Samudra Suryaman. 

Dalam paparannya, Jaya mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi karena sikap acuh berpotensi membuka ruang bagi praktik politik uang, penyebaran hoaks, propaganda, politik identitas, hingga meningkatnya angka golongan putih (golput).

Ia menjelaskan bahwa masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas partisipatif, pemantau pemilu, pelopor pencegahan pelanggaran, serta pelapor apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.

Jaya juga memaparkan berbagai langkah pencegahan yang dilakukan Bawaslu Kota Semarang, antara lain melalui pendidikan pengawasan partisipatif, forum warga, kampung pengawasan partisipatif, kerja sama dengan berbagai pihak, publikasi, serta identifikasi potensi kerawanan selama tahapan pemilu.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, penyelenggara berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab sekaligus berpartisipasi aktif dalam mengawal jalannya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Peningkatan pengetahuan kepemiluan dan kesadaran pengawasan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia. (rap/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 34 kali
🔊 Putar Suara