Memperbaiki Demokrasi Sejak Dini
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Heri Abriyanto mendatangi SMP Maria Mediatrik Semarang untuk memberikan pengenalan mengenai proses dan mekanisme demokrasi di Indonesia, Senin (29/9).
Acara diikuti oleh ratusan Siswa SMP Maria Medriatik di ruang Aula Marsudirini Bangkong Semarang.
Pada kesempatan itu, Heri menjelaskan bagaimana tahapan demokrasi untuk memilih pemimpin dilaksanakan di Kota Semarang.
Selain itu Heri juga memaparkan bagaimana praktik demokrasi yang bisa dilaksanakan di SMP Maria Mediatrik.
"Sekolah merupakan tempat siswa belajar segala sesuatu termasuk belajar demokrasi, jadi praktik demokrasi perlu sedini mungkin diajarkan," ujar Heri.
Heri menambahkan, pembelajaran demokrasi tidak cukup disampaikan secara teori, tetapi juga perlu dipraktikkan di kehidupan sehari-hari.
"Mempelajari demokrasi tidak hanya sekedar teori, tetapi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab, dan persamaan hak serta kewajiban," lanjutnya.
Praktik tersebut menurut Heri dapat menumbuhkan soliditas dan mengeratkan tali persaudaraan, baik sesama siswa ataupun hubungan siswa dengan guru di sekolah.
"Jadi tumbuh semangat persaudaraan antara siswa dan guru. Prinsip-prinsip tersebut harus selalu menyertai di kehidupan sekolah, baik pembelajaran di kelas pada mata pelajaran, ataupun di lingkungan sekolah," tambah Heri.
Heri mengatakan, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk berlatih dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Budaya demokrasi dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan di sekolah.
"Penerapan demokrasi di sekolah diantaranya musyawarah kelas. Musyawarah adalah wujud pelaksanaan demokrasi. Musyawarah kelas dilakukan misalnya membentuk kelompok kerja, lomba kebersihan, lomba pentas seni, atau pemilihan ketua kelas," terang Heri.
Pemilihan ketua kelas, dapat dilakukan dengan proses musyawarah mufakat. Jika musyawarah mufakat tidak berhasil membuahkan keputusan bersama, opsi lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara pemungutan suara.
“Menerapkan praktik pembelajaran demokrasi dalam Pemilihan Ketua OSIS atau Organisasi Intra Sekolah hal ini bisa dan sudah sejak lama diselenggarakan di sekolah-sekolah di Kota Semarang,” katanya.
Heri berharap semakin banyak siswa mengenal dan belajar demokrasi, sehingga ke depan demokrasi Indonesia akan semakin baik. (dr/ed. Foto: dr/KPU Kota Semarang)