Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Rapat Forum Gabungan OPD Penyusunan Renja Kesbangpol Tahun 2027

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Rapat Forum Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (6/5) bertempat di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang lantai 3. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto, SH, S.IP, M.Si. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarperangkat daerah serta meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah agar lebih terarah dan terukur. Lebih lanjut disampaikan bahwa tema prioritas pembangunan Kota Semarang tahun 2027 difokuskan pada pengembangan pariwisata serta penguatan ekonomi kerakyatan berbasis produk unggulan daerah. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal. Selain itu, Bambang juga memaparkan indikator kinerja tujuan Badan Kesbangpol tahun 2027, salah satunya adalah meningkatnya peran serta masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Salah satu aspek penting yang disampaikan adalah peningkatan keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif. Saat ini, tercatat sebanyak 11 orang perempuan menduduki kursi DPRD Kota Semarang atau setara dengan 22 persen, dengan target peningkatan menuju 30 persen. Upaya tersebut di antaranya didorong melalui kaderisasi perempuan oleh partai politik serta pelaksanaan pendidikan politik yang masif dan berkelanjutan. Kehadiran KPU Kota Semarang dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen dalam mendukung penguatan demokrasi dan peningkatan partisipasi politik masyarakat di Kota Semarang melalui sinergi lintas sektor. (ana/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Asistensi Pemanfaatan Sistem Informasi dalam Penyusunan Peta Politik

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Asistensi Pemanfaatan Sistem Informasi dalam Penyusunan Peta Politik di Daerah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Politik Dalam Negeri pada Rabu (6/5). Kegiatan yang dilaksanakan di Graha Sasana Widya Praja BPSDMD Provinsi Jawa Tengah ini menghadirkan empat narasumber yang membahas isu strategis terkait pengelolaan politik dalam negeri dan penyusunan peta politik berbasis data. Narasumber pertama, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia aparatur Kesbangpol kabupaten/kota sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas politik daerah dan nasional. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kompetensi, dukungan kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung fungsi deteksi dini dan pemantauan situasi politik. Pada sesi kedua, Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos., S.H., M.Si., memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 dari perspektif penyelenggara. Ia mengulas berbagai tantangan dan pembelajaran yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan menuju Pemilu 2029, sekaligus memperkuat integrasi aspek kepemiluan dalam peta politik daerah. Selanjutnya pada sesi ketiga, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo, S.T., M.M., menyampaikan praktik pengelolaan data politik di tingkat provinsi, mulai dari proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian data. Ia juga membagikan praktik baik serta inovasi dalam memastikan data politik tersaji secara akurat, mutakhir, dan mudah diakses sebagai dasar penyusunan peta politik. Sementara itu, pada sesi keempat, Kepala Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik Dalam Negeri, Sahrulyadi, S.STP., M.A.P., menjelaskan arah kebijakan nasional terkait konsolidasi data politik serta pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi. Ia menegaskan pentingnya peta politik daerah sebagai instrumen strategis dalam mendukung analisis, deteksi dini, dan perumusan kebijakan politik yang responsif. (ana/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Lewat SRIKANDI, Tanda Tangan Dokumen di KPU Kini Lebih Cepat

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Proses penandatanganan dokumen di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini semakin cepat dan efisien melalui penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI). Transformasi ini memungkinkan dokumen yang sebelumnya memerlukan waktu lama untuk diselesaikan, kini dapat ditandatangani hanya dalam hitungan menit. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam forum daring Ngopi Asli, dengan tema Transformasi Digital dalam Penggunaan TTE pada SRIKANDI yang diikuti KPU Kota Semarang bersama KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Selasa (5/5). Kegiatan yang dimoderatori Penata Kelola Pemilihan Umum Ahli Pertama KPU Provinsi Jawa Tengah, B. Eko Setyawati, dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk memperkuat administrasi pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Sebagai penyelenggara pemerintahan, KPU dituntut mampu mengadopsi transformasi digital guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas,” ujarnya. Penggunaan TTE dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung hal tersebut. Basmar Perianto Amron menyebutkan bahwa penerapan TTE tidak hanya meningkatkan kualitas kerja, tetapi juga mempercepat layanan kepada publik. Dalam paparannya, Kepala Subbagian Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Tengah, Astrid Proborini, menjelaskan bahwa penggunaan TTE memiliki dasar hukum yang kuat, salah satunya Keputusan KPU Nomor 89 Tahun 2026 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Sertifikat Elektronik di KPU. Ia juga menguraikan pengertian, manfaat, serta perbedaan antara TTE dan tanda tangan hasil pindai (scan). Sementara itu, Kepala Subbagian Umum dan Logistik KPU Provinsi Jawa Tengah, Dafidh Myharta, menegaskan bahwa implementasi TTE membawa perubahan signifikan dalam proses administrasi. Selain lebih cepat, penandatanganan dokumen juga dapat dilakukan dari mana saja sehingga mendukung fleksibilitas kerja. “Ke depan, seluruh satuan kerja diharapkan konsisten menggunakan TTE. Bahkan dokumen yang belum menggunakan TTE akan dikembalikan untuk diperbaiki sebagai bentuk komitmen penerapan sistem digital,” tegasnya. Melalui forum ini, KPU Kota Semarang bersama jajaran KPU se-Jawa Tengah diharapkan semakin siap mengoptimalkan transformasi digital, khususnya dalam pengelolaan arsip dan administrasi yang lebih efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik. (hdr/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih pada Senin (4/5). Kegiatan ini melibatkan para camat dan lurah di Kota Semarang sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang. Program sosialisasi dan pendidikan pemilih ini dirancang dengan pendekatan berbasis segmen pemilih, khususnya menyasar pemilih pemula, kelompok rentan, dan kelompok marjinal. Selain itu, kegiatan akan difokuskan pada kelurahan dengan tingkat partisipasi masyarakat yang masih rendah pada Pilkada 2024 di Kota Semarang. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Semarang menjelaskan bahwa pada masa non-tahapan, KPU tidak hanya melaksanakan aktivitas rutin, tetapi juga merancang program strategis, termasuk pendidikan pemilih yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 di kelurahan dengan tingkat partisipasi terendah. “Melalui koordinasi ini, kami berharap bapak dan ibu camat serta lurah dapat berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan pendidikan pemilih, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang baik dan terdorong untuk hadir di TPS,” ujarnya. Rapat koordinasi dipandu oleh Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin, serta dipimpin oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Semarang.  Dalam kegiatan tersebut, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Novi Maria Ulfah, menyampaikan materi terkait dasar hukum pelaksanaan kegiatan, roadmap pendidikan pemilih, rencana jadwal di masing-masing kelurahan, serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber guna memperdalam pemahaman serta menyelaraskan pelaksanaan program di tingkat kecamatan dan kelurahan. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih di Kota Semarang dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilihan. (ana/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

HUT ke-479, Wali Kota Tegaskan Semarang sebagai Rumah Bagi Harmoni Kebersamaan

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-479 yang digelar di Halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (2/5). Momen tersebut menegaskan semangat kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun Kota Semarang sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya. Upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 WIB tersebut diikuti oleh unsur pemerintah, lembaga, serta masyarakat. Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini, hadir secara langsung sebagai bentuk partisipasi lembaga dalam peringatan hari bersejarah tersebut. Upacara dipimpin oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Dalam amanatnya, ia menyampaikan refleksi perjalanan panjang Kota Semarang yang dibangun atas dasar kebersamaan dan semangat gotong royong lintas generasi. Agustina menggambarkan Kota Semarang sebagai sebuah “rumah besar” yang terbentuk dari kontribusi berbagai pihak dengan latar belakang beragam. Setiap individu, menurutnya, memiliki peran penting, baik sebagai pondasi, tiang penyangga, dinding pelindung, hingga elemen kecil yang sering kali tidak terlihat, namun memiliki kontribusi besar dalam memperkuat struktur kebersamaan. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Semangat gotong royong sebagai identitas kota diharapkan terus dijaga dan ditingkatkan demi mewujudkan Semarang yang semakin harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. Kehadiran KPU Kota Semarang dalam upacara ini mencerminkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Peringatan Hari Jadi ke-479 ini tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga refleksi bersama dalam menjaga harmoni sebagai kekuatan utama membangun kota. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Peluncuran Buku Lilin-Lilin Menerangi Jalan, 21 Kartini Masa Kini

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - KPU Kota Semarang turut menghadiri kegiatan peluncuran buku “Lilin-Lilin Menerangi Jalan: 21 Kartini Masa Kini” yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (30/4).  Acara dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penulis yang telah bekerja keras menyelesaikan tulisan dalam waktu yang relatif singkat. Ia menegaskan bahwa penerbitan buku ini menjadi upaya untuk menjaga agar semangat perjuangan Kartini tetap hidup dan relevan. “Sekecil apa pun karya yang dilakukan oleh Kartini-Kartini masa kini, tetap mampu memberikan cahaya dan inspirasi. Semangat itulah yang ingin terus kita nyalakan,” ujarnya. Handi juga menekankan bahwa sejarah tidak pernah benar-benar hilang, melainkan terus hadir dan memberi semangat bagi generasi saat ini untuk berkarya dan berkontribusi dalam berbagai bidang. Sementara itu, Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas), August Mellaz, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran buku ini merupakan momentum penting dalam mendokumentasikan peran perempuan yang sering kali tidak terlihat oleh publik. Menurutnya, kisah-kisah dalam buku tersebut mencerminkan perjuangan perempuan dalam menghadapi berbagai hambatan, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mereka dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan demokrasi. “Buku ini menjadi sangat penting karena menghadirkan kisah nyata perempuan-perempuan inspiratif yang mungkin tidak populer, tetapi memiliki dampak besar di lingkungan sekitarnya. Ini adalah bentuk apresiasi sekaligus dokumentasi yang layak untuk disebarluaskan,” ungkapnya. Ia juga mengaitkan peluncuran buku ini dengan momentum global seperti Hari Perempuan Internasional (8 Maret) dan Hari Kartini (21 April), yang sama-sama menegaskan pentingnya peran perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan. Lebih lanjut, August menilai bahwa inisiatif KPU Provinsi Jawa Tengah dalam mendokumentasikan pengalaman perempuan melalui buku ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat semangat partisipasi masyarakat (social engagement) serta mendorong optimisme terhadap masa depan bangsa yang lebih setara. Setelah seremoni peluncuran, acara dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan para narasumber yang juga merupakan penulis dan inisiator buku, antara lain Akmaliyah, Mey Nurlela, Muslim Aisha (Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah), Muhammadun (Anggota KPU Kabupaten Jepara), serta Khikmatun (Anggota KPU Kabupaten Batang). Dalam sesi diskusi, para narasumber mengulas proses kreatif penulisan buku serta latar belakang pemilihan tokoh-tokoh perempuan yang diangkat. Buku tersebut memuat 21 kisah inspiratif perempuan dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang mampu berdaya, berkarya, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penulisan buku ini melibatkan 21 anggota KPU se-Jawa Tengah, terdiri dari 3 penulis dari KPU Provinsi Jawa Tengah dan 18 penulis dari KPU kabupaten/kota. Akmaliyah selaku inisiator menjelaskan bahwa buku ini bertujuan untuk menghadirkan sosok-sosok perempuan inspiratif yang memiliki kontribusi besar di masyarakat. Sementara itu, para penulis lainnya menyoroti beragam tema yang diangkat dalam buku. Diskusi juga menekankan bahwa kisah-kisah tersebut tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga menjadi refleksi atas pentingnya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan dalam berbagai sektor, termasuk dalam kehidupan demokrasi. (ana/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)