Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Transformasi tata kelola logistik pemilu yang lebih efisien dan adaptif menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan Ngopi Asli yang digelar secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Selasa (12/5). Kegiatan yang diikuti KPU Kota Semarang melalui Zoom Meeting tersebut menyoroti strategi sinkronisasi kerja di tengah efisiensi anggaran sekaligus penguatan sistem logistik menuju konsep Logistik Pemilu 4.0. Kegiatan dibuka langsung Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, dengan menghadirkan narasumber Basmar Perianto Amron. Dalam pembahasan tersebut, disampaikan bahwa strategi efisiensi anggaran dapat dilakukan melalui optimalisasi kegiatan daring, termasuk pelaksanaan rapat kerja secara virtual. Langkah ini dinilai mampu menjaga efektivitas koordinasi tanpa mengurangi kualitas pengambilan keputusan dalam tahapan kepemiluan. Selain efisiensi anggaran, forum juga menekankan pentingnya tata kelola logistik pemilu dari awal hingga akhir tahapan. Kesiapan logistik disebut harus dipastikan tersedia tepat pada tempatnya, terutama di Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena logistik menjadi elemen inti dalam penyelenggaraan pemilu. Pembahasan juga menyoroti bahwa perlengkapan kebutuhan pemungutan suara seperti surat suara, kotak suara, bilik suara, tinta, dan segel merupakan “darah” dalam proses pemilu. Karena itu, seluruh kebutuhan logistik perlu dipetakan secara detail agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Melalui konsep Tata Kelola Logistik 4.0, pengelolaan logistik pemilu diarahkan menjadi lebih modern, terukur, dan efisien. Sistem ini mencakup proses perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga pengelolaan perlengkapan pemungutan suara dengan fokus pada ketepatan jenis, jumlah, kualitas, waktu, dan sasaran distribusi. Dengan langkah strategis tersebut, diharapkan seluruh kebutuhan logistik pemilu dapat terpenuhi secara optimal sehingga mendukung terselenggaranya pemilu yang tertib, aman, dan berkualitas. (alx/ed. Foto: ion/KPU Kota Semarang)