Berita Terkini

Partisipasi rendah Karena Bedol Desa

Partisipasi rendah Karena Bedol Desa

#TemanPemilih KPU Kota Semarang menyapa Kelurahan Gayamsari untuk Evaluasi Pendidikan Pemilih Pada Kelurahan dengan Partisipasi Rendah Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang tahun 2020. Kamis (16/6) di Aula Kelurahan Gayamsari.
Heri Abrianto (Anggota KPU Kota Semarang), Arif Rahman (Anggota Bawaslu) sebagai narasumber pada kegiatan pagi ini. Turut hadir  tokoh masyarakat, perwakilan tokoh pemuda, PKK, LPMK, RT dan RW se-kelurahan Gayamsari dan staf KPU Kota Semarang.
Heri Abrianto mengatakan bahwa KPU Kota Semarang hadir menyapa tokoh warga Kelurahan Gayamsari sebagai upaya untuk mendeteksi permasalahan dan mencari jalan keluar agar dalam pemilihan serentak 2024 akan semakin baik dan meningkat.
Partisipasi tingkat kota 68,30 % dan khusus kelurahan Gayamsari 60,2 % serta upaya peningkatan partisipasi bisa dicapai dengan kerjasama dan kerja keras semua elemen warga kelurahan Gayamsari.
Endang Sri Wahyuni (Lurah Gayamsari) pada sambutannya menyampaikan, salah satu penyebab mengapa Kelurahan Gayamsari tingkat partisipasi rendah dibandingkan kelurahan lain se-Kecamatan Gayamsari salah satunya karena banyaknya warga yang pindah domisili namun belum mengurus administrsi. 
“Ada banyak warga yang bedol desa karena imbas dari proyek pemerintah harus pindah domisili namun belum mengurus administrasi”
Demi mensukseskan tahapan pemilu serentak taun 2024, Endang berharap, partisipasi masyarakat di Kelurahan Gayamsari bisa meningkat.  Peserta evaluasi dari LPMK, Tokoh masyarakat beserta tokoh pemuda, RT, RW se-Kelurahan Gayamsari untuk berpartisipasi mensosialisaikan kepada warganya.
Endang menambahkan rendahnya partisipasi ini sangat disesalkan, kedepannya semoga akan lebih baik dalam peningkatan proses pelaksanaan tahapan pemilu sampai hasilnya partisipasi meningkat.
Arif Rahman SH MH (Divisi Hukum Humas dan Datin Bawaslu Kota Semarang) mengatakan bahwa Kelurahan Gayamsari pada pemilu 2019 dan Pilkada 2020 menjadi pelopor untuk kelurahan yang mendeklarasikan diri sebagai  Kelurahan Anti Politik Uang.
Peran kita semua adalah dengan mensosialisasikan pemilihan untuk warga di sekitar tempat tinggal se-Kelurahan Gayamsari. “Bawaslu ada program pengawasan partisipatif, ini juga bagian dari sosialisasi untuk sukses pemilu dan pilkada serentak tahun 2024. Kami berharap Ibu bapak sekalian bisa turut andil didalam pesta demokrasi serentak 14 Februari dan 27 November 2024”
Heri Abrianto memaparkan materi upaya meningkatkan partisipasi pada pemilu serentak 2024. Cara yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu menurutnya adalah perbaikan terhadap daftar pemilih. Sosialisasi secara masif yang bisa dilakukan kepada semua elemen warga kelurahan Gayamsari. Penyelenggara pemilu yang bekerja dengan baik.
Sesi tanya jawab, Jaka Sukawiyana (tokoh masyarakat) menanggapi perihal money politik dan upaya pencegahan, serta pentingnya pendidikan politik bagi warga Kelurahan Gayamsari serta upaya KPU Kota Semarang demi meminimalisir kesalahan yang terjadi, mengingat beban kerja penyelenggara pemilu serentak 2024 yang sangat berat.
Heri Widodo (RW 9 ) mengapresiasi sosialisasi yang dilaksanakan KPU Kota Semarang, terkait SDM dan Skill KPPS agar ada pelatihan dan pendidikan KPPS agar bekerja maksimal sesuai kapasitasnya. Selanjutnya digitalisasi hasil pemilu sangat membantu meringankan beban kerja KPPS. 
Heri Widodo menambhkan bahwa penyebab partisipasi masih belum maksimal karena warga ber-KTP di Gayamsari namun bekerja di luar kota, shift kerja pada perusahaan swasta yang tidak libur pada saat pencoblosan.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 257 kali