Anggota KPU Kota Semarang: Apapun Pilihanmu, Meskipun Beda Kita Tetap Harus Saling Menghormati
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah meminta pelajar SMA Negeri 13 Semarang untuk tetap saling menjaga kerukunan antar warga meskipun mendukung paslon pilkada yang berbeda, Jumat (13/9).
"Kalau ada perbedaan pilihan, jangan sampai bermusuhan. Ibaratnya kesukaan makanan, ada yang suka soto ada yang suka bakso, sudah tidak apa-apa, jangan saling menjelekkan. Jadi apapun pilihannya meskipun beda tetap harus saling menghormati ya," kata Novi.
Pesan tersebut disampaikan oleh Novi saat KPU Kota Semarang menggelar kegiatan sosialisasi Pilkada 2024 di SMA Negeri 13 Semarang dalam tajuk KPU Goes to School.
Novi mengatakan, para pelajar yang telah memiliki hak pilih harus datang ke TPS untuk menyalurkan suara karena sebagai wujud kepedulian warga negara kepada masa depan pembangunan daerah.
"Harus datang ke TPS karena itu kesempatan kita untuk berkontribusi sebagai warga negara untuk memilih pemimpin. Lagipula ini event 5 tahunan, tidak setiap hari, jadi harus hadir ke TPS untuk nyoblos ya," kata Novi.
Senada dengan Novi, Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Semarang, Rusmiyanto mengatakan, pelajar SMA Negeri 13 Semarang sudah diajarkan untuk memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Terhadap perkembangan proses demokrasi, ia mengatakan, para pelajar memiliki prinsip 'memilih yes, golput no'.
"Sebagai pemilih pemula, kami selalu membekali anak-anak kami bahwa memilih yes golput no. Sepakat ya, nanti kalian bisa memberikan informasi ini kepada ayah/ibu dan teman-teman lain, tentang materi hari ini ya," sambung Novi.
Mengenai tahapan Pilkada 2024 yang akan segera dilaksanakan oleh KPU Kota Semarang, Novi menjelaskan bahwa KPU akan mulai melakukan rekrutmen KPPS.
Novi berharap pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut bisa menginformasikan tahapan tersebut kepada keluarga dan tetangga agar bisa berpartisipasi pada Pilkada 2024.
"Sebentar lagi penerimaan KPPS, usia minimal 17 tahun dan sudah lulus SMA, nanti disampaikan ya ke kakak-kakak dan tetangganya, nanti di tanggal 17 besok sudah akan diumumkan penerimaan KPPS nya," jelas Novi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo berpesan kepada pemilih pemula SMA Negeri 13 Semarang untuk tidak abai pada Pilkada 2024, karena masa depan pembangunan daerah akan ditentukan oleh kandidat yang terpilih.
"Jangan abaikan pilkada, dan pemilu, karena pilihan adik-adik saat ini akan menentukan masa depan kota kita. Saat adik-adik dewasa nanti usia 30 sampai 40 an kita akan merasakan dampaknya, jika kita abai sekarang, nanti kalau pembangunan tidak baik, yang rugi adalah kalian," pesan Yudi. (rap/ed. Foto: sil/div/KPU Kota Semarang)