Bangun Basis Perlawanan Terhadap Kemunduran Demokrasi
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri acara Launching Lembaga Pemilu dan Demokrasi yang dikemas dalam seminar demokrasi bertema meruwat demokrasi dalam konstelasi politik pemilu 2024, Kamis (21/7).
Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang) dan Novi Maria Ulfah (Anggota KPU Kota Semarang) hadir pada kegiatan yang berlangsung di Aula KPU Provinsi Jawa Tengah).
Acara yang dilaksanakan oleh PMII Cabang Kota Semarang itu menghadirkan Dahliah Umar (Ketua Netfid Indonesia), Muhammad Adnan (PB PMII), Paulus Widyantoro (Ketua KPU Jawa Tengah) dan Fajar Saka Arif (Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah)
Paulus Widyantoro mengapresiasi kegiatan yang diaksanakan oleh PMII Cabang Kota Semarang. Untuk kegiatan kepemiluan dan seminar, Paulus mempersilahkan apabila aula KPU Provinsi Jawa Tengah digunakan untuk kegiatan serupa.
“KPU sangat welcome apalagi terkait dengan kepemiluan, kerja KPU adalah kerja besar yang butuh peran aktif dari elemen mahasiswa. Teruslah berproses agar pemilu kita semakin baik,” tegas Paulus.
Paulus mengatakan, demokrasi di Indonesia khususnya dalam pemilu, merupakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal itu mencerminkan bahwa dalam menyelenggarakan pemilu, dibutuhkan dukungan dan bantuan dari banyak pihak.
“Ada keterlibatan sedikitnya 7,5 juta personel, ini menunjukkan filosofi gotong royong. Bahwa gotong royong adalah perjuangan membantu bersama, untuk kepentingan semua," lanjut Paulus
Dalam paparannya, Fajar Saka Arif mengatakan kepada pengurus PMII se-Kota Semarang bahwa muara demokrasi adalah hasil pemilu yang bisa diterima dan sesuai dengan regulasi. Oleh sebab itu ia mendorong generasi muda untuk ikut mengawal dan ikut dalam proses-proses demokrasi yang berlangsung.
“Kepada sahabat-sahabat PMII saya tekankan bangunlah basis-basis perlawanan. Perlawanan terhadap hal-hal yang berpotensi membuat kemunduran demokrasi, jika ada hal-hal yang membatasi orang untuk berdemokrasi, juga terhadap sikap anti demokrasi, harus dilawan,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Adnan (PB PMII) menjelaskan bahwa Lembaga Kepemiluan dan Demokrasi PB PMII hadir dengan tujuan menguatkan kembali nilai-nilai demokrasi.
"Secara spesifik lembaga ini akan berfokus pada kajian, advokasi dan pemantauan pemilu. Kami akan terus mendorong kolaborasi aktif multi-pihak demi terbentuknya ekosistem pemilu yang inklusif," tutur Adnan. (dr/ed. Foto: rw/KPU Kota Semarang)