Berita Terkini

Dalami Pemilu, Pelajar SMK Fransiskus Kunjungi KPU Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menerima kunjungan siswa dan siswi SMK Marsudirini St. Fransiskus untuk mempelajari tema-tema kepemiluan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Rabu (13/9).

Sebanyak 42 siswa dan siswi kelas 10 dan bapak dan ibu guru pendamping diterima di aula Kantor KPU Kota Semarang oleh Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto, Ahmad Zaini serta Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo.

Dalam materi yang disampaikan, Suyanto menjelaskan bahwa Pemilu yang dilakukan di Indonesia bertujuan untuk memperkuat sistem ketatanegaraan yang demokratis, serta membentuk pemerintahan baru dan perwakilan rakyat yang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Di dalam UU Nomor 7 Tahun 2017, Pemilu itu bertujuan untuk memperkuat sistem ketatanegaraan yang demokratis, serta membentuk pemerintahan baru dan perwakilan rakyat yang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," terang Suyanto.

Mengenai peran pemuda dalam Pemilu, Suyanto mengatakan bahwa pelajar yang telah memenuhi syarat bisa ikut berpartisipasi dalam proses politik, demokrasi, dan Pemilu.

"Untuk berpartisipasi, adik-adik bisa ikut sebagai simpatisan parpol, pengurus, calon legislatif. Bisa juga sebagai penyelenggara Pemilu, misal pengawas TPS atau anggota KPPS," ujar Suyanto.

Selain peran-peran tersebut, jika para pemuda memiliki minat lain, Suyanto juga mengatakan bahwa yang bersangkutan bisa menjadi pemilih yang berdaulat.

"Selain itu adik-adik bisa juga menjadi pemilih yang berdaulat. Artinya menentukan pilihan karena kemauan sendiri tanpa pengaruh-pengaruh pihak lain, mempelajari visi dan misi calon sebelum datang ke TPS," papar dia.

Suyanto mengingatkan siswa dan siswi SMK Fransiskus untuk menghindari praktik politik yang tidak beradab, seperti black campaign, ujaran kebencian SARA, dan penyebaran berita bohong.

"Jangan masuk pada politik SARA, apalagi di era media sosial ini, hindari penyebaran berita hoax. Karena kita ini satu kesatuan, sudah seharusnya kita bisa menjaga keberagaman melakui kebersamaan. Beda pilihan boleh tetapi jangan sampai menggunakan isu-isu tersebut," kata Suyanto.

Sementara itu Ahmad Zaini berhadap siswa dan siswi SMK Fransiskus agar bisa mengawal jalannya proses Pemilu dengan baik. Terutama dalam memberikan literasi mengenai pentingnya penyelenggaraan Pemilu untuk melahirkan kebijakan yang mensejahterakan masyarakat.

"Kenalkan proses demokrasi ini ke teman-teman dan keluarga, terutama yang apatis, bahwa Pemilu ini sarana integrasi bangsa, karena semakin banyak masyarakat yang menggunakan hak pilihnya, artinya kita sudah memahami bahwa suara rakyat ini bisa membawa perubahan yang positif terhadap pembangunan bangsa," papar Zaini. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 73 kali