Dialog Kebangsaan Menakar Konflik Pada Pemilu 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Dialog Kebangsaan Menakar Kerawanan Konflik pada Pemilu 2024 Antara Realitas dan Keyakinan yang digelar oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Sabtu (4/3).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dieng BP2KLK itu dihadiri oleh 4 Narasumber yaitu Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono, Founder & CEO Zuliya Consulting, Dr. Zulkifli, dan Wakil Ketua PC NU Kota Semarang, KH. Agus Fathuddin.
Dalam paparanya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan, potensi konflik dalam pemilu akan selalu ada. Mengenai Pemilu 2024, Nanda menjelaskan kontestasi antar calon akan semakin hangat mengingat banyak figur baru yang akan mencoba meraih simpati masyarakat.
"Apakah konflik ini bakal ada? ada, karena calon presidennya jelas baru, calon gubernur rata-rata baru, calon walikota baru, sehingga kompetisi ini sifatnya lebih baru karena minim unsur petahana, jadi potensi konflik tentu ada." Ujar Nanda.
Meski potensi konflik pada Pemilu 2024 cenderung tinggi, Nanda mengatakan bahwa masyarakat perlu menambah literasi politik dan kepemiluan sehingga bisa memilah antara informasi yang benar dengan informasi yang berpotensi dapat memecah-belah persatuan.
"Tinggal bagaimana kita bisa tidak terlibat dalam suasana tersebut. Justru kita perlu jadi yang namanya mercusuar, di mana kita bisa menerangi orang dengan informasi yang mencerahkan bukan menyesatkan," lanjut Nanda.
Sementara itu KH. Agus Fathuddin mengatakan, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pemilu 2024 perlu memaknai bahwa semua itu sebagai ibadah dan ikhtiar baik untuk membuat negara Indonesia menjadi lebih baik.
"Jadi mari kita semua ciptakan kesadaran bersama bahwa Pemilu 2024 ini sebagai nasbul imamah, bagian dari ibadah, karena ini ibadah ya jangan sampai timbul konflik yang justru menjadi mafsadah," pesannya.
Senada dengan KH. Agus, Founder & CEO Zuliya Consulting, Dr. Zulkifli mengatakan bahwa kesadaran berpolitik perlu dibangun bersama. Menurutnya peran kelompok masyarakat yang bisa memberi pemahaman berpolitik kepada masyarakat sangat bermakna.
"Kedewasaan berpolitik dan lain sebagainya menjadi tanggung jawab kita. Apa yang bisa kita lakukan, membuat komunitas misalnya dan memberikan kontribusi, memberikan kecerdasan kepada masyarakat, kepada mahasiswa tentu akan membawa efek positif," ujar Zul.
Terkait kerawanan pemilu, Anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan bahwa Jawa Tengah memiliki bekal sosial yang cukup baik, sebab berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang diterbitkan oleh Bawaslu, Jawa Tengah tidak termasuk sebagai wilayah yang memiliki kerawanan tinggi.
"Jawa Tengah dan Semarang ini Alhamdulillah tidak ada konlik, kalaupun adapun sangat kecil. Ada yang namanya IKP yang dikeluarkan Bawaslu itu ada 5 daerah konflik tinggi tetapi Jawa Tengah tidak termasuk," Ujar Suharsono. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)