Berita Terkini

Diseminasi Hasil Penelitian KPU Kota Semarang 2022

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melaksanakan diseminasi hasil penelitian yang dilakukan oleh tiga universitas di Kota Semarang. Penelitian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan angka partisipasi pada pemilihan umum (pemilu) tersebut merupakan kolaborasi antara KPU Kota Semarang dengan Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Rabu, (13/7).

Pada kegiatan yang digelar di Ballroom MG Setos Hotel tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah secara khusus menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang baik antara tim peneliti dari tiga universitas dengan KPU Kota Semarang. Novi juga menjelaskan bahwa hasil riset tersebut akan dijadikan acuan dalam mendukung jalannya proses tahapan pemilu.
 
“Hasil dari kajian dan penelitian ini akan menjadi acuan dan pijakan dalam pelaksanaan program tahapan pemilu,” tandasnya.

Senada dengan Novi, Sekretaris KPU Kota Semarang yang juga menjadi moderator, Hari Soesilo, menegaskan bahwa hasil penelitian dan pengembangan perlu didiseminasikan lebih lanjut, sehingga hasil riset dapat dimanfaatkan oleh penyelenggara pemilu, pemerintah, masyarakat umum, dan semua kalangan yang memiliki kepentingan dalam pemilu.

Peneliti yang terdiri dari Dr. Honorata Ratnawati DP, S.E.,M.M. (UNTAG), Dr. Bayu Kurniawan, S.Kom., M.M. (UPGRIS), dan Dr. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum. (UIN Walisongo) kemudian memaparkan hasil penelitiannya secara berurutan, dimulai oleh peneliti dari UNTAG yang memaparkan hasil penelitian tentang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Semarang 2020, Dalam Sudut Pandang Problematik Aksesibilitas Dan Klasifikasi Lain Bagi Penyandang Disabilitias. Dilanjutkan oleh tim peneliti dari UPGRIS yang menyampaikan hasil kajiannya dengan judul Daya Tarik Konten Media Sosial Dalam Menumbuhkan online engagement yang berdampak pada minat memilih warga Kota Semarang. Sementara itu, peneliti dari FISIP UIN Walisongo mengkaji Strategi Penyelesaian Sengketa dan pelanggaran Pilwakot Semarang tahun 2020.

Pada sesi diskusi, beberapa penanya dari perwakilan PGRI, WKRI, dan PCNU Kota Semarang menyoroti terkait netralitas pendamping pemilih penyandang disabilitas, kemudian netralitas ASN saat kampanye.

Disampaikan oleh Novi, masukan dari para peneliti dan forum diskusi dalam diseminasi ini akan berguna khususnya bagi KPU Kota Semarang. Lebih lanjut, hasil riset itu dapat menjadi salah satu acuan kebijakan dan langkah strategis KPU Kota Semarang dalam mensukseskan tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 mendatang.

Selain memberikan apresiasi kepada tim peneliti, Anggota KPU Kota Semarang yang hadir juga memberikan saran untuk memperbaiki tata penulisan naskah laporan penelitian. (dr/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 139 kali