Berita Terkini

Gerakan Cerdas Memilih Bagi Pemilih Pemula Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan dari RRI Semarang untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Gerakan Cerdas Memilih Bagi Pemilih Pemula Pemilu 2024, Rabu (31/5).

Pada kegiatan yang digelar di Balairung kampus Upgris Semarang tersebut diikuti oleh 850 mahasiswa-mahasiswi dan dibuka dengan kegiatan seni, baik modern dance dan musik.

Dalam paparannya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan materi mengenai peran pemilih pemula dalam Pemilu 2024.

Untuk Pemilu tahun 2024, Nanda menyampaikan bahwa KPU Kota Semarang telah melakukan sosialisasi secara berkala. 

Nanda mengajak mahasiswa yang hadir untuk mengikuti tahapan pemilu dan mencari informasi kepemiluan menggunakan sumber yang terpercaya agar tidak menjadi pemilih yang apatis.

"Mahasiwa adalah agen perubahan, mereka yang apatis karena belum tersentuh informasi kepemiluan yang benar, oleh sebab itu perlu partisipasi teman-teman untuk memberikan pencerahan," kata Nanda.

Pada Pemilu 2024 mendatang, Nanda mengatakan proses kampanye akan banyak menggunakan media sosial. 

Meskipun melalui media sosial pemilih dapat lebih mudah memperoleh informasi kepemiluan, Nanda menjelaskan bahwa media sosial juga rawan terhadap praktik kampanye hitam dan penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan permusuhan antar pendukung calon.

Oleh sebab itu Nanda meminta para mahasiswa untuk dapat mengidentifikasi keabsahan sumber informasi yang muncul atau menjadi viral di media sosial.

"Mahasiswa harus bisa memilah informasi yang valid terkait Pemilu 2024, jangan mudah terprovokasi dengan judul informasi lalu segera di share. Lebih baik kita cari sumber lain untuk mengkroscek apakah berita tersebut benar demikian," lanjut Nanda.  

Selain Nanda, kegiatan tersebut juga menghadirkan Rektor Upgris Semarang DR. Sri Suciati, M.Hum, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, dan Influencer Kota Semarang, Adheniar Juliane Maeda.

Dalam materinya, Sri Suciati mengatakan bahwa mahasiswa Upgris harus kritis terhadap proses pemilihan umum. 

"Dalam perkuliahan sudah dibekali berbagai macam mata kuliah yang berhubungan dengan politik, maka harus bisa kritis terhadap fenomena yang terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Arief Rahman menjelaskan bahwa mahasiwa perlu ikut terlibat dalam melakukan pengawasan pemilu agar bisa menangkal berita bohong.

Senada dengan Nanda, Adheniar juga mengatakan bahwa media sosial banyak memberi kemudahan, namun keberadaan media sosial juga harus dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang positif.

"Kita aktif di sosial media, tapi perlu kritis dan bisa memfilter informasi mana yang bermanfaat positif. Pesan saya jangan cepat percaya berita hoax," ujar dia.

Pasca pemaparan materi oleh narasumber kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa Upris nampak antusias dan aktif bertanya mengenai informasi Pemilu tahun 2024. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 248 kali