Berita Terkini

Hadir Sebagai Keynote Speaker Tular Nalar, KPU Harap Mahasiswa Unissula Bijak Bermedia Sosial

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Pada kegiatan Tular Nalar yang digelar oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengajak mahasiswa Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi (FBIK) Unissula untuk bisa bijak menggunakan media sosial, (26/9).

Di era modern saat ini, banyak informasi yang bisa didapatkan melalui media sosial, namun, Novi menjelaskan bahwa informasi yang banyak beredar di media sosial tidak semuanya valid.

"Memang benar saat ini marak berita hoaks di media sosial, apalagi di saat kampanye seperti ini pasti masing-masing pendukung berusaha meyakinkan pemilih. Nah pada proses ini apabila adik-adik main media sosial harus bisa membedakan mana informasi yang baik, mana yang hanya mencari sensasi atau memiliki tujuan untuk menjelekkan atau malah memprovokasi," ujar Novi.

Oleh sebab itu, Novi berharap mahasiswa dapat membedakan informasi mana yang layak dikonsumsi dan diyakini, karena mahasiswa juga memiliki resiko untuk terlibat dalam penyebaran informasi bohong.

"Jangan sampai teman-teman mahasiswa FBIK karena kurang peka, malah bisa terlibat pada proses penyebaran berita bohong yang dibuat oleh orang tidak bertanggung-jawab," lanjutnya.

Senada dengan Novi, Dekan FBIK Unissula, Trimanah, S.Sos., M.Si. menjelaskan bahwa pembuat konten di media sosial memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda.

Apabila tidak cukup memiliki literasi digital, mahasiswa akan mudah terprovokasi dengan narasi yang dibuat dengan tujuan-tujuan negatif.

"Bahwa segala hal yang kita dapat di sosial media tidak sepenuhnya benar. Ada yang jadi provokator, ada yang hanya ingin agar mendapat followers, hanya mencari materi. berbeda-beda tujuannya," ujar Trimanah.

Melihat interaksi di media sosial pada Pemilu 2024 lalu, Trimanah berpesan kepada para mahasiswa yang hadir agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. 

"Teman-teman sudah merasakan bagaimana pemilu kemarin di medsos. Masing-masing paslon punya tim nya sendiri yang saling mencari simpati. Kita boleh melihat, mempelajari, tapi jangan sampai larut di dalamnya. Ibaratnya kita di tengah-tengah tsunami, dua gelombag yang saling berkompetisi, jadi kita harus jadi orang yang kritis, harus bisa memilah mana yang benar-bener baik," papar dia.

Mengenai tahapan Pilwakot Semarang 2024 yang saat ini sedang terjadi, Novi mengajak anak-anak muda untuk ikut berpartisipasi sebagai anggota KPPS, karena KPU membutuhkan personil yang cakap terhadap teknologi informasi.

"Silahkan bisa ikut rekrutmen KPPS, karena kita memang membutuhkan personil yang cakap teknologi informasi. Karena nanti proses rekapitulasi kita akan menggunakan Sirekap, atau memanfaatkan teknologi informasi untuk proses rekapitulasi nanti," tuturnya. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 84 kali