Berita Terkini

Hadiri Rakor Tepra, KPU Apresiasi Dukungan Pemkot Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang atas dukungan yang diberikan selama tahapan Pemilu 2024, Kamis (25/1)

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casanda Gultom (Nanda) pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Evaluasi Pengawasan Anggaran (TEPRA) yang digelar di Kompleks Balaikota Semarang.

"KPU sangat berterima kasih atas fasilitas yang diberikan kepada rekan-rekan kami di PPK, PPS dan KPPS yang pas hari ini sudah dilantik," kata Nanda.

Mengenai pelantikan KPPS yang dikakukan hari ini, pada Pemilu 2024, Kota Semarang dengan jumlah TPS sebanyak 4.646 telah memiliki anggota KPPS sebanyak 32.522 personil.

Pasca pelantikan, Nanda menjelaskan bahwa anggota KPPS tersebut langsung mendapatkan bimtek Pemilu 2024 oleh PPS di masing-masing kantor Keluahan di Kota Semarang.

"Ada 152 kelurahan yang sudah menggelar bimtek KPPS hari ini. Kami ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak/ibu semua, karena berkat dukungan bapak/ibu tahapan ini bisa dilaksanakan dan perlu kami infornasikan juga, kegiatan pelantikan KPPS ini tadi disiarkan langsung oleh KPU RI dan seluruh KPU se-Indonesia," kata Nanda.

Nanda menyampaikan bahwa di Kota Semarang memiliki kelurahan yang gemuk, dan membutuhkan perhatian lebih, diantaranya Kelurahan Sendangmulyo yang memiliki jumlah TPS sebanyak 109.

Oleh sebab itu, Nanda berharap Pemkot Semarang dapat memberikan dukungan kepada wilayah yang luas secara optimal sehingga pelaksanaan tahapan Pemilu dapat berjalan lancar.

"Kelurahan Sendangmulyo memiliki 109 TPS, tadi pagi PPS Sendangmulyo melantik anggota KPPS sebanyak 763. Karena bebannya akan lebih tinggi, kami mohon bantuan bapak/ibu berupa fasilitasi perkantoran, gudang dan kebutuhan-lain yang betsifat administratif," sambung Nanda.

Mengenai keterlibatan ASN dalam Pemilu, Nanda mengingatkan agar masing-masing ASN bisa menjaga netralitasnya selama penyelenggaraan Pemilu.

Nanda tidak menampik bahwa ASN memiliki hak pilih dan bebas dalam menggunakan hak konstitusi tersebut, namun ASN tidak boleh terlibat secara langsung dalam aktivitas politik praktis.

Oleh sebab itu Nanda meminta ASN Kota Semarang untuk tidak larut dalam persaingan antar peserta Pemilu yang lewat di timeline media sosial masing-masing.

"Secara rata-rata kita membuka medsos itu 5 jam dalam sehari. Pada kesempatan tertentu kegiatan kita di HP itu lebih lama daripada kita bercengkrama dengan keluarga. Maka kami berharap bapak ibu ASN di Kota Semarang ini tidak ada yang terlibat dalam hate speech atau penyebaran informasi hoaks," pesan Nanda.

Kegiatan yang dibuka oleh Walikota Semarang dan dihadiri oleh para asisten Pemkot Semarang itu diikuti oleh seluruh lurah dan camat di Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 89 kali