Hadiri Siaran Pro 1 Semarang, KPU Kota Semarang Siap Gelar Pemilu 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Menghadiri siaran kangsung (on air) radio 89 FM Pro 1 Semarang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyatakan siap menghadapi tahapan pemungutan suara Pemilu 2024, Senin (5/2).
"Untuk persiapan mengadapi hari pemungutan suara, Rabu 14 Februari 2024 besok di Kota Semarang, overall KPU sudah siap," kata Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah sebagai narasumber kegiatan.
KPU Kota Semarang kata Novi, telah siap melaksanakan hari pemungutan suara karena seluruh tahapan menuju hari pemungutan suara telah dilaksakanan sesuai ketentuan.
"Karena persiapan-persiapan telah kita lakukan sesuai ketentuan, PPK, PPS, KPPS, SDM sudah terpenuhi, data pemilih telah ditetapkan, logistik saat ini sedang proses distribusi, kemudian bimtek-bimtek pemungutan suara sudah dilaksakan, jadi semua sudah dilakukan," lanjut Novi.
Menanggapi pertanyaan mengenai teknologi yang digunakan untuk mempercepat proses penghitungan suara, Novi mengatakan bahwa Pemilu 2024 akan menggunakan Sirekap untuk mempersingkat proses penghitungan suara
"Kita pakai Sirekap, kemarin di pilkada sudah dipakai, Sirekap ini penting untuk mempersingkat proses menyalin formulir hasil. Nanti saksi kan ada banyak PPWP ada 3, parpol 18, DPD ada 11, belum lagi ada pengawas TPS yang harus diberi salinan hasil, maka Sirekap ini diharapkan bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk proses tersebut," papar Novi.
Novi juga menyampaikan bahwa saat ini KPU Kota Semarang tengah berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan untuk jaminan kerja dan kesehatan badan adhoc penyelenggara Pemilu 2024.
"Kami juga sedang mempersiapkan jaminan kesehatan yang biayanya dibebankan kepada anggaran Pemerintah Daerah. Kita tidak ingin terjadi ada kejadian apapun ya tetapi jika sampai ada kecelakaan yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja dan tahapan Pemilu ini bisa di-cover oleh BPJS," sambung Novi.
Mengenai proses kampanye dan pemaparan program, visi misi peserta Pemilu, Novi meminta kepada masyarakat yang menerima konten bernada kampanye agar dapat memproses informasi tersebut dengan cerdas.
Novi melanjutkan, masyarakat perlu memahami bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar dan tidak boleh terlibat dalam penyebaran informasi hoaks.
"Kita sampaikan sesuai tagline KPU, Pemilu Sarana Integrasi Bangsa. Jadi beda pilihan itu biasa, ada yang suka bakso, ada yang suka soto, ga papa kan gak masalah, jadi sama dengan Pemilu pilihan kita beda gak masalah, kita fokus saja dengan program visi dan misi jangan sampai terlibat ke black campaign menjelek-jelekkan pribadi, atau sampai penyebaran berita hoaks," papar Novi. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)