Hadiri Tular Nalar, KPU Kota Semarang Sosialisasikan Pemilu 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan yang digelar oleh Tular Nalar untuk memberikan sosialisasi Pemilu 2024 kepada mahasiswa Undip Semarang, Sabtu (2/12).
Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Novi Maria Ulfah dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa para pemilih pemula di Pemilu 2024 harus cermat saat menerima informasi kepemiluan melalui media sosial.
Karena jumlah pemilih generasi milenial dan generasi z mendominasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024, Novi berharap para pemilih tersebut bisa bijak menggunakan media sosial dan mengutamakan rasionalitas sehingga tidak mudah terprovokasi dengan informasi tidak benar.
"Teman-teman ini harus berpartisipasi ya, jadilah pemilih yang rasional, jangan termakan gimmick, cari visi-misi calon dan cek latar belakangnya agar lebih mengenal calon, penting juga mengawal janji-janji kampanye calon," pesan Novi.
Senada dengan Novi, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sosiawan, juga meminta para pemilih pemula untuk mengutamakan rasionalitasnya. Sebab terdapat fakta yang menerangkan bahwa penetrasi informasi melalui media sosial dan internet mencapai 75 persen, sedangkan literasi digital masyarakat Indonesia belum mencapai 5 persen.
"Ada potensi kerawanan di dunia maya kita, khususnya di tahapan kampanye karena penetrasi media sosial dan internet sudah mencapai 75 persen, tetapi yang terliterasi secara digital belum ada 5 persen, lainnya bagaimana? tentu tidak bijak menggunakan medsos," ujar Sosiawan.
Sosiawan menjelaskan, literasi digital diperlukan agar publik tidak mudah terjebak pada penyampaian gimmick yang bisa mereduksi makna Pemilu sebenarnya.
"Jadi anda harus cermat agar tidak terjebak pada penyampaian gimmick yang non substansial, jadi anda harus fokus juga dengan latar belakang calon, visi dan misi paslon," tambah Sosiawan.
Mengenai jumlah surat suara yang akan diterima oleh para pemilih di Pemilu 2024, Novi menerangkan bahwa pemilih akan menerima lima surat suara.
"Pemilu 2024 nanti teman-teman akan menerima lima surat suara untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPD, Anggota DPR RI, Anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota," jelas Novi.
Meski bisa menggunakan fasilitas pindah memilih, Novi menghimbau para mahasiswa yang hadir sebisa mungkin untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS sebagaimana tertera dalam DPT, sehingga pemilih tersebut bisa mendapatkan lima surat suara.
"Nanti 14 Februari 2024, pemungutan suara akan dilaksanakan di hari yang diliburkan, jadi kita sarankan untuk bisa nyoblos di domisili masing-masing. Memang teman-teman bisa menggunakan formulir pindah memilih tapi karena ada sistem dapil, jadi ada kemungkinan tidak mendapat seluruh surat suara," kata Novi.
Tular Nalar yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) merupakan program untuk memerangi berita hoaks dengan sasaran pemilih pemula, lansia, kelompok disabilitas, dan masyarakat adat.
Dengan menyasar kelompok rentan tersebut Tular Nalar berusaha memberikan literasi Pemilu, demokrasi, cara mengidentifikasi berita hoaks, sanksi, hukum yang berkaitan dengan penyebaran informasi hoaks. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)