Jelang Hari Pemungutan Suara, KPU Tingkatkan Intensitas Sosialisasi Kepada Warga Kota Semarang
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Ahmad Zaini mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Pilkada 2024 menjelang hari pemungutan suara yang dilakukan oleh KPU intensitasnya akan semakin meningkat, Minggu (3/11)
Meski kegiatan sosialisasi sudah dilakukan sejak bulan Februari, namun Zaini mengatakan KPU Kota Semarang meningkatkan intensitas sosialisasi kepada berbagai segmen masyarakat di bulan November sebagai reminder bahwa hari pemungutan Pilkada 2024 kian mendekat.
"Tinggal hitungan hari saja waktu kita untuk nyoblos di TPS akan tiba, sudah banyak kegiatan sosialisasi kita lakukan dan menyasar semua segmen, keagamaan, pertemuan tatap muka seperti ini di keramaian, olah raga, talkshow, pertunjukan seni. Nanti sampai mendekati hari pemungutan suara akan semakin sering, tujuannya tentu agar bapak/ibu ikut nyoblos. Siap? alhamdulillah," ujar Zaini di Area CFD Jalan Pahlawan saat KPU Kota Semarang menggelar kegiatan olahraga Pound Fit.
Zaini berharap, warga Kota Semarang yang sudah memilih hak pilih dapat meluangkan waktu untuk menyalurkan hak pilihnya terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas lain pada Rabu 27 November 2024.
"Pilkada 2024 itu kan dilaksanakan pada hari libur atau diliburkan, jadi nanti hari Rabu, tanggal 27 November 2024 itu di kalender dibuleti ya, dikasih tanda agar nyoblos dulu. Kalau misalnya ada kegiatan yang tidak bisa ditinggal, ya kami harap bisa menyempatkan nyoblos dulu sebelum kerja atau sebelum berlibur," sambung Zaini.
Ia mengatakan, TPS akan dibuka sejak pukul 07.00 hingga pukul 13.00 waktu setempat. Waktu tersebut cukup longgar untuk masyarakat menyalurkan hak pilihnya.
"TPS itu dibuka jam tujuh pagi, jadi kalau mau pergi bisa disempatkan dulu nyoblos, tidak lama, paling 5 menit atau lebih cepat. sampai pukul 13. Jadi yang ada aktivitas bisa ijin sebentar waktu istirahat begitu," tuturnya.
Untuk fasilitas pindah memilih, Zaini mengatakan, warga yang tidak bisa nyoblos di TPS sesuai KTP bisa mengajukan pindah memilih. Namun fasilitas tersebut hanya untuk empat kategori pemilih.
"Tetapi yang bisa diakomodir hanya 4 sebab, sampai H-7. Yaitu yang melaksanakan tugas di hari pemungutan suara, tahanan lapas, yang sedang sakit dan dirawat di RS, serta daerah yang tertimpa bencana," kata Zaini.
Pada kegiatan sosialisasi yang dihadiri lebih dari 120 peserta itu hadir pula Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah dan Agus Supriyono.
Selain senam poundfit dan kegiatan sosialisasi, KPU Kota Semarang juga memberikan belasan souvenir dan doorprize kepada peserta kegiatan yang dapat menjawab pertanyaan. (rap/ed. Foto: sim/KPU Kota Semarang)