Kelurahan Sekayu Harus Menginspirasi Masyarakat Kota Semarang
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Dalam kegiatan Desa/Kelurahan Peduli Pemilu/Pemilihan (DP3) yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, Kelurahan Sekayu harus bisa menjadi inspirasi bagi warga masyarakat Kota Semarang dalam pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024, Jumat (12/8).
Acara yang berlangsung di Balai Kelurahan Sekayu, Jalan Bedagan Semarang, itu diikuti oleh Lurah Sekayu, Dwi Ratna Nugraheni, Perwakilan Kelembagaan Kelurahan Sekayu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Penyelenggara Pemilu dan Staff Kelurahan Sekayu.
Narasumber yang hadir pada acara itu antara lain Guru Besar Universitas 17 Agustus (UNTAG), Prof. Dr. Retno Mawarini S. S.H. M.Hum., dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Keolahragaan, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Agus Sutono S.Phil. M.Phil., dengan moderator Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto.
Dwi Ratna Nugraheni (Lurah Sekayu) dalam sambutannya menyampaikan, Kelurahan Sekayu beruntung karena menjadi lokus pelaksanaan DP3.
"Sebagai satu rangkaian pelaksanaan pemilu, maka Sekayu beruntung karena bisa mendapat materi dari KPU langsung dan narasumber yang berkompeten," kata Ratna.
Dengan kegiatan DP3 ini, Ratna berharap warganya dapat menyampaikan materi dari para narasumber kepada lingkungan sekitar peserta yang hadir.
"Ibu bapak sebagai undangan menjadi peserta sangat beruntung diundang dalam kegiatan ini, saya harap setelah mengikuti program ini bisa menyampaikan kepada warganya agar ke depan Pemilu di Sekayu bisa semakin baik dan meningkat," lanjut dia.
Terkait materi, Retno Mawarini S. yang menyampaikan pentingnya Demokrasi, Pemilu dan Partisipasi menjelaskan bahwa kompleksitas masalah dalam Pemilu 2024 merupakan hal yang sangat mungkin terjadi, oleh sebab itu ia meminta kepada peserta sosialisasi untuk memberikan kontribusi dalam lancarnya pelaksanaan tahapan Pemilu 2024.
"Kompleksitas masalah dalam Pemilu 2024 pasti akan terjadi, maka kami terpanggil untuk bersama KPU menyampaikan kepada warga pentingnya demokrasi dari berbagai aspek. Bapak/ibu juga bisa sesuai peran kita masing-masing mensukseskan dan meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Semarang," kata Retno.
Sementara itu Agus Sutono yang menyampaikan paparan mengenai Teknik & Identifikasi Berita Bohong/Hoaks menjelaskan bahwa hoaks dibuat oleh pihak-pihak yang berorientasi pada upaya memecah belah, menggiring opini publik, baik tujuan politis maupun non politis.
Oleh sebab itu Agus berpesan kepada peserta kegiatan untuk selalu mengecek keaslian sumber berita, baik alamat website, maupun keaslian foto.
Selain itu, Agus juga berpesan, untuk mencari referensi dari kanal berita lain yang memberitakan kejadian serupa sebelum mempercayai, atau membagikan ulang informasi tersebut ke pihak lain. (dr/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)