Berita Terkini

Komunikasi dan Koordinasi Penyelenggara Untuk Peningkatan Partisipasi

Komunikasi dan Koordinasi Penyelenggara Untuk Peningkatan Partisipasi

Sesi diskusi pada acara sosialisasi evaluasi pendidikan pemilih pada wilayah dengan partisipasi rendah pada pemilihan walikota dan wakil walikota semarang tahun 2020 di Kelurahan Tawangmas Semarang Barat Kamis (23/6), menghangat. 
Peserta yang hadir dari eleman Pengurus RT RW Babinsa Babinkamtibmas, PKK, LPMK, Karangtaruna dan penyelenggara pemilu, menyimak pemaparan dari Narasumber yaitu Novi Maria Ulfah dan Naya Amin Zaini. Hari Soesilo (sekretaris KPU Kota Semarang) hadir bersama Tobirin  (Kasubag TPH) serta Staf Sekretariat KPU Kota Semarang yang bertugas menjadi panitia kegiatan.
Tawangmas tergolong kategori rendah di Semarang Barat. Tokoh masyarakat dan semua elemen pemerintahan sekelurahan tawangmas diminta berperan secara aktif dan masif mensosialisasikan pemilihan umum bersama elemen pemerintahan untuk meningkatkan partisipasi.
“Tawangmas separo penduduk adalah penduduk asli, separonya pendatang. Beberapa tempat di Tawangmas rawan terkena banjir, maka banyak yang meninggalkan rumah dan berdomisili di tempat baru tanpa mengubah administrasi kependudukan” tegas Rusmanto SE.
Rusmanto mengajak kelembagaan yang ada di Tawangmas untuk mengupayakan membantu kegiatan pemerintahan pada pemilu kedepan agar banyak yang datang di TPS.
“Terimakasih kepada KPU Kota Semarang yang sudah menggandeng Kelurahan Tawangmas semoga dengan evaluasi akan meningkatkan partisipasi agar membuat negara kita lebih maju dan semakin maju”
Novi Maria Ulfah pada sambutannya mewakili ketua KPU Kota Semarang berterimakasih atas antusias hadirin tokoh masyarakat Tawangmas.
Novi menyampaikan bahwa KPU Kota Semarang sudah memulai tahapan pemilu 2024, bahwa pada akhir tahun ini, akan dilakukan pembentukan badan adhock.
“Kerjasama dan koordinasi yang baik dari pemerintah kelurahan Tawangmas akan sangat membantu bagi suksesnya pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024”tegas Novi.
Naya Amin Zaini narasumber dari Bawaslu Kota Semarang menyampaikan materi perbedaan antara sosialisasi dengan kampanye. Menurutnya ini penting disampaikan mengingat banyaknya pertanyaan perbedaan mendasar antara sosialisasi dengan kampanye.
Bagaimana sosialisasi dilaksanakan dan pentingnya sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi dan sukses terselenggara pemilu serentak 2024 dengan aman lancar sukses dan berkualitas. 
“Sosialisasi itu kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu, pemerintah, masyarakat yang sifatnya umum. Sedangkan kampanye dilakukan peserta pemilu untuk menyampaikan visi misi program, citra diri dan ajakan untuk dapat dipilih oleh pemilih”
Naya juga menjelaskan secara detail perihal persamaan dan perbedaan mendasar antara sosialisasi dan kampanye.
Persamaan adalah sama Untuk mensukseskan pemilu, perbedaan dalam sosialisasi tidak boleh mendukung Paslon, tidak ada penyampaian visi misi, tidak boleh ada ajakan atau himbauan mencoblos peserta pemilu atau paslon, tidak boleh menggunakan fasilitas negara, tempat pendidikan atau tempat ibadah.
Dalam kampanye dibolehkan mendukung Paslon, boleh mengajak memilih calon, dan peserta tidak boleh dari elemen ASN, TNI, Polri dan lain lain karena berpotensi melanggar netralitas.
Peran masyarakat yang bisa dilakukan hari ini adalah bahwa masyarakat bisa membantu sosialisasi melalui rapat RT, RW bisa menyelipkan materi pentingnya memilih dalam pemilu, melakukan sosialisasi melalui medsos tentang tahapan pemilu bisa bersinergi dengan pemerintah daerah atau Forkompimda demi mensukseskannya
Novi Maria Ulfah menyampaikan materi partisipasi masyarakat dalam pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. KPU Kota Semarang fokus sosialisasi kepada kelurahan dengan tingkat partisipasi rendah di kota Semarang untuk menggali potensi terjadinya permasalahan. 
Setelah itu mencari solusi agar menemukan jalan keluar demi terselenggaranya pemilu 2024 yang aman lancar damai sesuai regulasi dan bisa diterima semua pihak. Keikutsertaan tokoh masyarakat di Tawangmas berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu memiliki peran besar dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di kelurahan Tawangmas.
KPU Kota Semarang memulai tahapan pemilu 2024 dengan melakukan update data pemilih melalui Daftar Pemilih Berkelanjutan yang selalu di update sesuai ketentuan setiap bulannya.
Digitalisasi dan kemampuan SDM badan adhock nantinya perlu diperhatikan agar SDM badan adhock dalam pengelolaan data pemilu Semakin baik.
Tak lupa Novi mensosialisasikan tahapan Pemilu yang dilakukan KPU Kota Semarang bisa memantau dan mendapatkan informasi melalui medsos KPU Kota Semarang melalui Medsos KPU  (facebook, Twitter, FB dan JDIH, YouTube, Instagram atau website).

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 135 kali