KPU Gelar Bimtek Bareng PPK dan Panwascam se-Kota Semarang, Upaya Samakan Persepsi Terkait Regulasi Tungsura
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan Bimtek Terpadu Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2024 bersama PPK dan Panwascam se-Kota Semarang sebagai upaya untuk menyelaraskan persepsi mengenai peraturan KPU tentang pemungutan dan penghitungan suara, Selasa (19/20).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Kota Semarang, dan mengundang Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, dan Wakil Dekan III Universitas Negeri Semarang (Unnes), Muhammad Azil Maskur, S.H., M.H. sebagai narasumber.
Dalam sambutan dan arahan yang disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini meminta PPK, PPS dan KPPS untuk mempelajari PKPU dengan detil. Ia mengatakan, antara PPK dan Panwascam perlu menjaga pola komunikasi yang baik.
Selain itu, Zaini berharap Panwascam se-Kota Semarang dan jajaran di bawahnya untuk mengutamakan fungsi pencegahan ketimbang fungsi penindakan.
"Bapak/Ibu di kecamatan, di kelurahan kan sudah terbiasa bekerja berdampingan, jajan, dolan bareng, kita sama-sama bekerja sesuai tugas masing-masing, kami harap pengawas bisa mengutamakan fungsi pencegahan karena ini fungsi pertama sebelum penindakan," ujar Zaini.
Zaini menambahkan, pada Pilkada 2024 tata letak TPS mengalami perubahan, kursi pengawas TPS dan saksi saat pemungutan suara berada di belakang KPPS 4 dan 5 sebagai penerima calon pemilih. Perubahan tersebut bertujuan agar petugas bisa lebih teliti terhadap pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya.
"Dalam denah TPS juga sudah dirubah, pengawas dan saksi ada di daftar hadir pemilih. Jadi fungsi pencegahan memang sudah semestinya didahulukan, agar pemilih yang masuk memang berhak menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut," tambah Zaini.
Terhadap kejadian khusus yang muncul di TPS, Zaini mengingatkan agar personil yang bertugas di hari H tidak terburu-buru mengambil keputusan sebelum melakukan langkah-langkah koordinatif sesuai regulasi.
"Kalau ada hal-hal yang sekiranya belum jelas dan masih ragu-ragu, silahkan lihat di regulasi, buka buku panduan KPPS, lihat catatan, atau telepon PPS, PPK atau KPU nya. Tenang dulu, jangan panik dan terburu-buru ambil tindakan," sambungnya.
Zaini mengatakan, KPU akan terus meng-update informasi dan kebijakan mengenai dinamika yang kemungkinan akan muncul di TPS. Oleh sebab itu ia meminta PPK, PPS dan KPPS untuk fokus mempelajari regulasi secara bersama-sama.
"Tanggal 22-23 nanti ada bimtek lagi, ketua KPPS kita undang, nanti juga ada metode-metode lain agar pemahaman di KPPS menjadi lebih matang, saat ini bapak/ibu monggo mempelajari, belajar kelompok begitu agar semakin paham regulasi. Buku panduan dibaca karena kita bertugas berdasar aturan, jangan keluar dari itu," papar Zaini.
Mengingat tugas penyelenggara membutuhkan integritas dan profesionalitas, Zaini berpesan kepada PPK dan Panwascam untuk tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab sesuai tupoksi masing-masing.
"Kalau ada yang berusaha memecah belah hubungan yang sudah terjalin baik ini jangan sampai terpengaruh, kita fokus menyukseskan Pilkada Serentak 2024 bekerja bersama-sama utamakan pencegahan setuju nggih," ucap Zaini.
Senada dengannya, Wakil Dekan III Unnes, Muhammad Azil Maskur sebagai narasumber menjelaskan bahwa Pilkada 2024 memiliki tensi politik yang tinggi, oleh sebab itu penyelenggara pemilu harus berpegang teguh pada integritas dan azas penyelenggaraan pemilu.
"Karena peserta akan melakukan cara apapun. Ini yang harus diantisipasi jangan sampai mencederai integritas bapak/ibu semua," pesan Azil. (rap/ed. Foto: div/sim/KPU Kota Semarang)