KPU Godok Enam Isu Pembangunan Sebagai Tema Debat Paslon Pilwakot Semarang 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang bersama tim perumus serta 21 lembaga dan LSM/Ormas di Kota Semarang melakukan pembahasan mengenai enam isu pembangunan untuk merumuskan tema yang akan diangkat pada gelaran debat publik paslon Pilwakot Semarang Tahun 2024, Jumat (18/10).
Dalam paparan tema debat yang disampaikan oleh Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah, terdapat enam isu yang perlu diangkat yang dapat menggambarkan upaya pembangunan yang dilakukan oleh masing-masing paslon.
"Ada enam poin isu yang perlu diangkat agar bisa mencerminkan upaya masing-masing paslon dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; memajukan daerah; meningkatkan pelayanan kepada masyarakat; menyelesaikan persoalan daerah; menyerasikan pelaksanaan pembangunan kota dengan nasional; dan yang utama
memperkokoh NKRI dan kebangsaan," papar Novi.
Debat publik tersebut, kata Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini ketika membuka kegiatan FGD bertujuan untuk menyebarkan profil, misi, dan misi serta program kerja para paslon Pilwakot Semarang kepada masyarakat.
"Tujuannya debat publik ini agar warga Kota Semarang mendapatkan gambaran secara menyeluruh tentang apa yang menjadi wacana pembangunan masing-masing paslon," ujar Zaini.
Zaini melanjutkan, karena pelaksanaan debat publik tersebut perlu merujuk pada tema-tema pembangunan yang menjadi tantangan bagi kota dan masyarakat Semarang, maka KPU Kota Semarang mengundang pihak-pihak yang terkait untuk merumuskan isu-isu apa saja yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa tema strategis.
"Kami mengundang bapak/ibu semua, baik dari pemerintahan provinsi, kota, dan LSM/Ormas untuk belanja persoalan, isu strategis dan juga masukan-masukan mengenai apa saja yang bisa diangkat oleh tim perumus. Sehingga nanti tema-tema debat itu bisa mengelaborasi program yang ditawarkan para paslon Pilwakot Semarang Tahun 2024 ini," sambung Zaini.
Untuk merumuskan tema debat publik, KPU Kota Semarang menggandeng lima akademisi dari beberapa universitas di Kota Semarang, diantaranya Dr. Mohamad Hakim Junaidi M.Ag. dan Dr. Muhammad Kholidul Adib S.H.I., M.S.I. (UIN Walisongo), Dr. Heri Prabowo, S.E., M.M. (Upgris), Dani Muhtada, S.Ag., M.Ag., M.P.A., Ph.D. (Unnes), dan Dr. Anto Kustanto, S.H., M.Hum (Unwahas).
Pada kegiatan yang berlangsung di Poncowati Ballroom Patra Jasa Hotel tersebut, peserta FGD dibagi ke dalam 5 kelompok. Masing-masing tim perumus memandu dan mencatat masukan serta isu-isu yang disampaikan dari masing-masing lembaga dan LSM/Ormas.
Mengenai debat publik yang akan digelar, Novi mengatakan, KPU Kota Semarang merencanakan tiga kali pelaksanaan debat publik yang disiarkan oleh TV swasta dan ditayangkan secara langsung di Youtube KPU Kota Semarang.
Masing-masing pelaksanaan debat akan terbagi menjadi 6 segmen dengan total durasi paling lama 180 menit.
"Durasi debat publik paslon paling lama 180 menit. 150 menit untuk segmen debat antar palson dan 30 menit untuk jeda iklan," ujar Novi.
Mengenai mekanisme debat, Novi menjelaskan bahwa pelaksanaan debat tidak hanya tanya jawab antar paslon dengan moderator, tetapi ada segmen debat antar paslon, dan juga penayangan video pertanyaan dari masyarakat. (rap/ed. Foto: div/sim/KPU Kota Semarang)