Berita Terkini

KPU Kota Semarang Ajak Pelajar STEMBA Hindari Politik Uang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Melalui kegiatan KPU Goes to School, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengajak siswa dan siswi SMK Negeri 7 Semarang (STM Pembangunan/STEMBA) untuk menghindari praktik politik uang dalam Pilkada 2024, Jumat (30/8).

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Sosparmas & SDM, Novi Maria Ulfah yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi kepada pemilih pemula.

Kendati boleh mengikuti kegiatan kampanye paslon pilkada, Novi mewanti-wanti pelajar SMK Negeri 7 untuk tidak menerima hadiah berupa uang.

"Jangan ya, karena di Pilkada itu bisa kena sanksi pidana, baik pemberi maupun penerima politik uang," pesan Novi.

Novi melanjutkan, masyarakat yang mengikuti kegiatan kampanye di Pilkada 2024 boleh menerima hadiah, dengan catatan, tidak dalam bentuk uang.

"Banyak kok yang boleh. Kaos, baju, penutup kepala seperti topi, kerudung, makan dan minum juga boleh," sambungnya.

Sementara itu untuk jenis pemberian seperti pengganti transport, dan sembako bisa juga diterima oleh masyarakat asalkan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. 

"Jadi teman-teman kalau ikut kegiatan kampanye boleh juga menerima sembako, tetapi bukan yang gratis, melainkan diberikan dalam bentuk bazar, dan tebus murah misalnya harga sembako yang normalnya 50 ribu, bisa ditebus dengan harga 20 ribu. Kalau gratis tidak boleh. Transport juga bisa tapi dalam bentuk kupon BBM misalnya," papar dia.

Hal itu, merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisir praktik politik uang dalam pilkada. 

"Ini untuk mengurangi praktik politik uang. Karena politik uang itu cikal bakal korupsi. Jadi di kemudian hari kegiatan ini sangat berpotensi menyebabkan korupsi. makanya ini yang kita antisipasi bersama-sama," kata Novi.

Pada Pilwakot Semarang Tahun 2024, Novi mengajak ratusan siswa-siswi yang menghadiri KPU Goes to School untuk menggunakan hak pilihnya di 27 November 2024 secara cerdas. Yakni mempelajari visi dan misi paslon sebelum menentukan pilihan.

"Track record paslon perlu kita ketahui dahulu, visi dan misinya juga harus kita ketahui, catat agar kita bisa mengawal nanti kalau misalkan terpilih kita pastikan bahwa visi misi itu dijalankan," pesan Novi.

Kegiatan yang digelar oleh KPU Kota Semarang tersebut juga menghadirkan narasumber Kabid Poldagri Badan kesbangpol Kota Semarang, Suparman yang memberikan materi mengenai peran Pemkot dalam pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 142 kali