KPU Kota Semarang Gelar FGD Mutarlih Pilkada 2024 dengan Lurah se-Kota Semarang
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Daftar Pemilih (Mutarlih) untuk Pilkada Serentak Tahun 2024 bersama para Lurah se-Kota Semarang, Jumat (21/6).
Kegiatan yang diselenggarakan di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang tersebut juga mengundang Bawaslu Kota Semarang.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU, Henry Casandra Gultom, Anggota KPU, Ahmad Zaini Divisi Perencanaan Data dan Informasi serta Anggota KPU lainnya serta didampingi Sekretaris KPU Kota Semarang.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kanit Intelkam I Polrestabes Semarang, Waldiyana serta Bagian Kerjasama dan Otda Pemerintah Kota Semarang, Ayu M. Tyas S.Sip., M.M.
Dalam Pembukaannya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan koordinasi dan konsolidasi antara KPU Kota Semarang dengan semua pihak terkait dalam proses coklit untuk memastikan daftar pemilih yang valid serta mengawal daftar pemilih yang berkualitas," ujar Nanda
Nanda mengharapkan bantuan serta peranan dari Lurah serta Pemangku Wilayah untuk turut serta menginformasikan kepada seluruh warga melalui Ketua RT/RW tentang tahapan coklit yang akan mulai dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2024 sampai dengan 25 Juli 2024.
Dalam penyampaian materi, Bagian Kerjasama dan Otda Pemerintah Kota Semarang, Ayu M. Tyas Menyampaikan bahwa daftar pemilih menjadi salah satu poin penting dalam tahapan Pilkada 2024
"Sehingga dukungan dari segenap stakeholder menjadi sangat berarti demi suksesnya Pilkada Serentak Tahun 2024 yang aman, sehat, dan lancer," kata Ayu.
Ayu menyampaikan bahwa petugas Pantarlih di Kota Semarang sejumlah 4673 maka peran lurah sangat dibutuhkan untuk mendistribusikan informasi kepada seluruh warga masyarakat bahwasannya sebentar lagi akan ada Coklit Keliling oleh pantarlih di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Kanit Intelkam I Polrestabes Semarang Waldiyana menyampaikan bahwa tahapan pengamanan dilakukan demi kondusifitas keamanan serta kelancaran Pilkada 2024.
"Telah dilakukan upaya-upaya seperti membangun komunikasi dan silaturahmi kepada ketua partai politik di Kota Semarang dan kepada tokoh masyarakat serta tokoh agama di wilayah masing-masing," tutur Waldiyana.
Waldiyana menambahkan, proses mengawal keiatan coklit juga melibatkan Babinkamtibmas dan berkolaborasi dengan lurah di wilayah kerja setempat sebagai bagian dari dukungan demi suksesnya Pilkada 2024 di Kota Semarang.
Informasi juga diberikan oleh Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Data dan Informasi, Ahmad Zaini mengenai data yang diterima oleh KPU Kota Semarang dari Kemendagri melalui Dukcapil telah diolah sehingga menghasilkan data dalam satu TPS terdapat maksimal 600 pemilih dengan 2 petugas Pantarlih. (rud/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)