Berita Terkini

KPU Kota Semarang Gelar Rapat Evaluasi Tahapan Pemilu 2024 Bersama Stakeholder

Jepara, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan rapat evaluasi tahapan Pemilu 2024 bersama stakeholder Kota Semarang, Minggu (21/4).

Kegiatan yang dihadiri oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Pemkot, Badan Kesbangpol, Polrestabes, Kejari, dan Bawaslu Kota Semarang tersebut dibuka oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda).

Dalam sambutannya, Nanda mengucapkan terima kasih kepada stakeholder yang telah membersamai dan memberikan dukungan penuh kepada KPU sehingga tahapan Pemilu 2024 di Kota Semarang dapat berjalan lancar.

"Terima kasih telah meluangkan waktu hadir di Kabupaten Jepara. Kami juga secara khusus berterima kasih kepada stakeholder yang telah membersamai KPU Kota Semarang selama tahapan Pemilu 2024. Tanpa bantuan dan kerja dari bapak/ibu, KPU tidak bisa menggelar Pemilu 2024 di Kota Semarang secara lancar, aman dan sukses," ujar Nanda.

Nanda menjelaskan rapat evaluasi tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilkada ke depan.

Ia menambahkan masukan dari stakeholder Kota Semarang kepada KPU sangat dibutuhkan agar semakin banyak aspek yang dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

"Kehadiran bapak/ibu kami butuhkan agar KPU mendapatkan masukan dari sudut pandang berbeda tidak hanya secara internal yang kami lakukan. Sehingga dalam menjalankan tugas kita dapat semakin baik," lanjut dia.

Hari kedua pelaksanaan kegiatan, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menyampaikan bahwa KPU dan Bawalsu Kota Semarang perlu secara rutin berkoordinasi untuk membahas updating regulasi terkait Pemilu/Pilkada yang dinamis.

"Catatan Bawaslu bahwa pada tahapan Pemilu yang nantinya di Pilkada 2024 akan cenderung sama yaitu mengenai regulasi. Regulasi di tahapan akan sangat dinamis, ada PKPU, dan surat dinas lain, nah pada proses itu kami menghimbau agar KPU dan Bawaslu bisa sering bertemu satu meja begitu untuk membahas updating regulasi-regulasi itu," papar Arief.

Arief menambahkan, catatan Bawaslu lainnya mengelai Pemilu 2024 yakni mengenai proses pemungutan, penghitungan dan rekapiltulasi suara. Arief menyarankan agar tahapan bimtek dan penyampaian materi tersebut perlu ditambah intensitas dan volumenya.

"Salah satu fokus kita pada tahapan penghitsu. Masukan kami, ke depan KPU agar bisa memaksimalkan bimtek, dan forum lain agar kita bisa mengkaji bersama," kata dia.

Arief berharap forum tersebut juga dapat dijadikan sarana koordinasi penyelenggara adhoc di kecamatan dan kelurahan agar terbangun kesamaaan persepsi mengenai mekanisme pemungutan dan penghitungan suara.

"Selanjutnya agar koordinsi kita semakin baik, mungkin kita bisa sharing peserta, agar kita sama-sama mengetahui bagaimana proses yang semestinya agar nanti di lapangan kita tidak lagi ada perselisihan antar penyelenggara," lanjut Arief.

Sementara itu, perwakilan dari Pemkot Semarang, Suparman memberikan apresiasi kepada KPU dan Bawaslu karena Pemilu 2024 di Kota Semarang berjalan sukses.

"Kami meng apresiasi KPU Kota Semarang dan Bawaslu yang telah berhasil melaksananan Pemilu dari awal hingga hasilnya ditetapkan dengan lancar dan aman, kami berhadap di Pilkada 2024 prosesnya akan sama baiknya, sama lancarnya," ujarnya.

Mengenai tahapan Pilkada 2024 di Kota Semarang, Kasat Intelkam Polrestabes Kota Semarang, AKBP Arie Imam Prasetya yang hadir dalam rapat evaluasi menjelaskan bahwa hingga April 2024 situasi politik di Kota Semarang cukup kondusif.

Meski demikian, ia meminta KPU dan Polrestabes Semarang agar tetap menjalin komunikasi dan koodinasi yang baik, mengingat pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 akan lebih rumit dibandingkan dengan Pemilu 2024.

"Untuk tahapan Pilkada hingga April ini suasana politik masih kondusif, ada beberapa kasus di Pemilu 2024 tetapi berhasil kita redam dan kita kondisikan bersama. Kami mempredisi tahapan Pilkada nanti akan sangat lebih rumit dibandingkan dengan Pemilu, kami mohon kerjasamanya agar bisa dikondisikan lebih awal dan lebih baik," pesan Arie.

Senada dengan Arie, Kasubsi Bidang Intelijen Kejari Kota Semarang, Aditya Dwi Jayanto berharap pada Pilkada 2024 antara KPU dan Kejari Semarang dapat melanjutkan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik di Pemilu 2024.

"Terima kasih kepada KPU karena informasi yang diberikan kepada kami. Kami memang diminta oleh Kejagung mengupdate informasi untuk perkiraan dan memonitor potensi kerawanan di Kota Semarang," ujar Aditya.

Pada kegiatan evaluasi yang dihadiri oleh seluruh anggota KPU, sekretariat KPU Kota Semarang tersebut juga dilakukan pencatatan saran dan masukan sebagai bahan evaluasi yang kemudian akan dilaporkan kepada KPU melalui KPU Provinsi Jawa Tengah. (rap/ed. Foto: awh/e1/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 138 kali