KPU Kota Semarang Gelar Sosialisasi Pilkada 2024 dengan Pemilih Perempuan
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota semarang memberikan sosialisasi penyelenggaraan Pilkada 2024 kepada kelompok pemilih perempuan yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Semarang, Selasa (11/6).
Kegiatan yang berlangsung di Aston Inn Pandanaran tersebut diikuti oleh 58 peserta perempuan dari 27 organisasi wanita di Kota Semarang dan Bawaslu Kota Semarang.
Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua KPU, Henry Casandra Gultom, Anggota KPU, M.A. Agung Nugroho, Agus Supriyono, dan Ahmad Zaini serta Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin.
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) dalam pembukaan kegiatan memberikan apresiasi kepada peserta kegiatan yang hadir.
Ia mengatakan, untuk kegiatan sosialisasi, KPU membutuhkan support dari semua pihak, salah satunya organisasi perempuan yang ada di Kota Semarang.
"Tentu pada pelaksanaan Pilkada 2024, KPU Kota Semarang membutuhkan bantuan dari semua pihak, karena tidak mungkin KPU bisa menjangkau semua masyarakat. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang sudah berkenan hadir pada kegiatan ini," papar Nanda.
Dalam materi yang disampaikan, Dosen UIN Walisongo yang juga Anggota KPU Kota Semarang periode 2008 - 2018, Siti Prihatiningtyas sebagai narasumber mengatakan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam proses demokrasi.
"Dari jumlah pemilih saja dapat dilihat kan, jumlah kita sebenarnya lebih banyak. Artinya perempuan ini memiliki andil yang besar," ujarnya.
Ia menambahkan, posisi wanita dalam proses demokrasi di Indonesia kian besar karena ada regulasi yang mengharuskan adanya sosok perempuan dalam jabatan-jabatan politik.
"Value kita ini sudah besar dan dilindungi oleh regulasi. Di pemilu ada sistem zipper yang mengharuskan adanya keterwakilan perempuan. Jadi dalam daftar calon terpilih misalnya nomor 1 laki-laki, nomor 2 harus ada perempuan, nomor 3 laki-laki, nomor 4 nya harus perempuan, dan seterusnya," lanjut Siti.
Dengan sistem zipper, Siti mengatakan hal itu dapat meningkatkan peluang kaum permpuan untuk hadir dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik.
Meski memiliki peluang besar dalam menduduki jabatan politik dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan, Siti menjelaskan untuk dapat memberikan dampak positif, kaum perempuan harus bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan baik.
"Jadi sudah ada sistem yang dibuat sebagai upaya untuk menghadirkan perwakilan perempuan. Nah bagaimana kita merespon, tinggal bagaimana kita menggunakan kesempatan yang sudah ada ini," sambung dia.
Siti juga mengajak peserta yang hadir untuk menjadi pemilih cerdas ketimbang menentukan pilihan karena faktor emosional semata.
"Kita harus bisa memilih dengan bijak, kita lihat dulu visi misi dan program kandidat, bagaimana segi kepemimpinannya dan dari rekam jejaknya," pesannya.
Sementara itu, narasumber kedua yang hadir, Anggota KPU Kota Semarang periode 2018-2023, Heri Abriyanto berpesan kepada pemilih pemilih perempuan untuk tidak terlalu hanyut dalam persaingan politik menuju pencalonan Pilkada 2024.
"Karena memang pendaftarannya masih bulan Agustus nanti. Jadi nanti mohon disampaikan nggih ibu-ibu jangan dulu kita bersinggungan antar pendukung, karena pendaftaran calon saja belum. Lebih baik kita tunggu dulu sampai nanti tahapannya tiba," kata Heri.
Heri melanjutkan, sebelum menjadi pasangan calon, banyak tahapan yang perlu dilewati oleh bakal pasangan calon agar dapat ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPU.
"Misalnya sudah mendukung salah satu tokoh, tetapi setelah kita dukung beliau tidak lolos pemeriksaan kesehatan, jangan langsung menyalahkan KPU, karena KPU memutuskan sesuatu berdasarkan tahapan yang panjang," ujar Heri.
Senada dengan Ketua KPU Kota Semarang, Heri juga mengharapkan keterlibatan organisasi perempuan yang hadir untuk membantu KPU dalam proses sosialisasi kepada lapisan masyarakat Kota Semarang yang lebih luas.
"KPU ini butuh kerjasama kita, karena Sekretariat KPU Kota Semarang ini hanya kurang lebih 35 orang personil, jadi ayo kami mohon dibantu proses supaya upaya KPU untuk mensosialisasikan tahapan Pilkada 2024 ini bisa berhasil," sambung Heri. (rap/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)