KPU Kota Semarang Hadiri Kegiatan Konsolidasi Wujudkan Pemilu Damai
Magelang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Semarang menghadiri kegiatan konsolidasi penyelenggaraan pemilu damai yang digelar oleh Kesbangpol Kota Semarang, di Hotel Atria Magelang, Selasa (29/8).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (29 dan 30 Agustus 2023) tersebut mengusung tema "Bersama wujudkan pemilu damai, bersih dan bermartabat untuk kesejahteraan rakyat".
Peserta yang hadir antara lain dari perwakilan 18 partai politik di tingkat Kota Semarang dan Bawaslu Kota Semarang.
Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk menjaga hubungan baik antara penyelenggara pemilu dengan peserta pemilu.
"Kegiatan bersama ini, untuk menyambung tali silaturahmi. Harapannya pemilu berjalan dengan berintegritas," kata Sapto.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan hubungan kerjasama yang baik, Pemilu 2024 di Kota Semarang dapat berjalan dengan lancar dan mampu meredam potensi konflik yang mungkin dapat terjadi.
"Selain itu juga, kita bersama-sama perlu memahami bagaimana merawat persatuan dan meredam konflik, antisipasi dalam memanage konflik untuk kemajuan Kota Semarang, sehingga kebersamaan dan kerukunan bisa terus terjaga," lanjut Sapto.
Karena keberadaan 18 partai politik di Kota Semarang merupakan perwakilan aspirasi masyarakat, Sapto berharap partai politik dapat memberikan contoh yang baik bagaimana melaksanakan tahapan pemilu dengan beretika dan damai.
"Keberadaan 18 partai politik pada dasarnya adalah perwakilan warga kota Semarang. Mudah-mudahan partai politik, masyarakat bisa menikmati pesta demokrasi dan menerima hasilnya dengan gembira," pesannya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan agar semua pihak dapat menghormati tahapan pemilu yang tengah berlangsung.
Nanda menegaskan, dalam melaksanakan tahapan, KPU selalu memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh partai politik.
"KPU akan selalu melayani 18 partai politik secara maksimal sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada," tandas Nanda.
Nanda berharap seluruh lapisan masyarakat bisa mengikuti dan memantau jalannya tahapan pemilu agar proses dan hasilnya dapat diterima oleh semua pihak.
"KPU memberi ruang bagi peserta pemilu untuk menyampaikan keberatan pada tiap tahapan, masyarakat pun bisa. KPU terbuka apabila partai politik dan masyarakat umum ikut memantau jalannya pemilu agar hasil dan prosesnya bisa diterima oleh semua pihak," lanjut Nanda.
Narasumber lain yang hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Walisongo Mediation Centre Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag yang menyampaikan tema tentang bergerak bersama memelihara pemilu damai bersih dan bermartabat untuk kesejahteraan rakyat.
Menurut Prof. Musa, penyelenggaraan pemilu dan demokrasi di Indonesia semakin matang karena sudah mengalami beberapa pemilu sejak reformasi.
Sesi selanjutnya dikemas dalam bentuk diskusi, dengan pembagian kelompok. Masing-masing kelompok kemudian mendiskusikan isu terkait sifat masyarakat ketika menghadapi konflik pemilu, apakah sifat-sifat tersebut bisa berubah dan mengapa, serta jika bisa berubah maka, faktor apa saja yang bisa merubah hal tersebut. (nmu/ed. Foto: nmu/KPU Kota Semarang)