KPU Kota Semarang Hadiri P5 Ekspresi Cinta Negeri Melalui Demokrasi SMP Negeri 13
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang digelar oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Kota Semarang dengan tema Ekspresi Cinta Negeri Melalui Demokrasi, Selasa (10/10).
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa dan siswi Kelas VII dan VIII tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Novi Maria Ulfah.
Dalam materi yang disampaikan, Novi menjelaskan bahwa pada hari pemungutan suara Pemilu, Rabu 14 Februari 2024 mendatang, para pemilih akan mendapatkan 5 (lima) jenis surat suara.
Kelima surat suara tersebut untuk memilih presiden dan wakil presiden (pilpres), anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) RI, anggota dewan perwakilan daerah (DPD), anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota.
Kepada siswa dan siswi yang hadir, Novi meminta agar informasi tersebut dapat disampaikan kepada teman, saudara dan anggota keluarga yang lain agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi kepemiluan, terutama mengenai Pemilu Tahun 2024.
"Nanti sampaikan ya ke teman-teman yang lain, ayah, ibu kalau nanti Rabu 14 Februari 2024, pemilih akan mendapat 5 jenis surat suara yang berbeda, kalau abu-abu untuk pilpres, merah untuk DPD RI, hijau DPRD kabupaten/kota, kuning DPR RI, dan biru untuk DPRD provinsi," papar Novi.
Mengenai Pemilos yang akan digelar oleh SMP Negeri 13, Novi menjelaskan bahwa antara tahapan Pemilu dan Pemilos tidak banyak berbeda.
"Pada prinsipnya Pemilos dan Pemilu sama. Sarana demokrasi yang dilaksanakan prisip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber, Jurdil). Nah persiapannya juga sama, sebelum hari pemungutan suara banyak hal yang harus dipersiapkan. Kalau untuk Pemilu 2024, KPU Kota Semarang sudah membentuk PPK pada Januari 2023 lalu, kemudian menyusun daftar pemilih, menetapkan peserta pemilu, dan lainnya," jelas dia.
Agar pelaksanaan Pemilos SMP Negeri 13 lebih menarik dan calon pemilih lebih mengenal siapa saja calon ketua Osis, Novi menyarankan agar dilakukan tahapan kampanye berupa pemaparan visi dan misi serta debat antar kandidat.
"Nanti untuk kampanye bisa dirancang agar calon ketua Osis ini bisa menyampaikan visi, misi, adu gagasan dan debat yang positif mengenai tema tertentu agar pemilih di SMP 13 ini tahu seperti apa visi dan misi para calon," ujar Novi.
Dengan cara tersebut, para pemilih ketua Osis bisa lebih mengenali serta mendalami visi dan misi, sekaligus karakter para calon ketua Osis.
"Ini akan menarik, jadi para calon pemilih lebih mengenali siapa sih calon nya, bagaimana visi misinya," tambah dia.
Cara tersebut merupakan salah satu cara bagaimana seorang pemilih menjadi pemilih cerdas dalam pemilu, yakni mempelajari visi dan misi kandidat sebelum menggunakan hak pilihannya.
Pada kesempatan tersebut, Novi juga berharap agar para pelajar SMP Negeri 13 untuk tidak menerapkan praktik-praktik politik yang tidak bertanggung jawab.
"Tidak boleh menjelekkan satu pihak dengan yang lainnya, adik-adik jangan sampai terlibat. Nah karena sudah mengetahui kalau kampanye hitam itu dilarang, maka adik-adik nanti bisa memberi tahu ke teman-teman dan keluarga kalau hal itu bisa memecah belah persatuan bangsa," kata Novi.
Kegiatan P5 SMP Negeri 13 berjalan interaktif dan meriah karena pada proses tanya jawab banyak siswa yang memberikan pertanyaan seputar kepemiluan, serta sorak sorai, dan tepuk tangan saat KPU Kota Semarang memutar video parpol peserta Pemilu 2024. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)