KPU Kota Semarang Hadiri Pelantikan Panwascam Pilkada 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri pelantikan Panwaslu Kecamatan (Panwascam) untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Semarang Tahun 2024, Jumat (24/5).
Hadir pada pelantikan tersebut, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Asisten 1 Pemkot Semarang, Mukhamad Khadik, perwakilan Forkompimda Kota Semarang, dan tamu undangan lainnya.
Sebanyak 48 Anggota Panwascam dilantik oleh Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman di ballroom Quest Hotel Semarang.
Selain menandatangi surat pelantikan, masing-masing anggota Panwascam juga menandatangani pakta integritas untuk menjaga pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang luber dan jurdil.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menghimbau Panwascam yang telah dilantik untuk menjaga komunikasi dan koordinasi yang sudah terjalin dengan baik, antara KPU dan Bawaslu Kota Semarang.
"Kami harap bisa menjaga komunikasi dan koordinasi yang sebelumnya telah terjalin dengan baik," kata Arief.
Ia meminta aparatnya untuk bisa melaksanakan tugas pengawasan partisipatif dengan baik dan penuh tanggung jawab.
"Saya juga meminta teman-teman untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan menjaga integritas penyelenggaraan pilkada," sambungnya.
Sementara itu, pada materi pembekalan Panwascam, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan, personil yang telah dilantik untuk segera mempelajari regulasi pelaksanaan Pilkada 2024.
Nanda menyampaikan, pemahaman regulasi merupakan poin krusial bagi Panwascam untuk melaksanakan tugas pengawasan.
"Tugas bapak/ibu sebenarnya lebih berat daripada PPK kami, karena Panwascam ini harus mempelajari dan paham dua regulasi, regulasi dari Bawaslu dan regulasi dari KPU. Maka pemahaman peraturan dan regulasi ini harus menjadi pijakan kita," tutur Nanda.
Meskipun pelaksanaan Pilkada 2024 memiliki beban pekerjaan yang lebih ringan ketimbang Pemilu sebelumnya, tetapi Nanda tetap mewanti-wanti Panwascam yang telah dilantik untuk menjaga integritas penyelenggara pemu karena Pilkada 2024 memiliki tekanan politik yang lebih tinggi.
"Pemilu 2024 banyak kursi yang diperebutkan, DPRD Kota Semarang saja ada 6 Dapil, dan 50 kursi, belum lagi DPRD Provinsi dan DPD, tensi politik cenderung rendah, tapi Pilkada ini tensi politiknya lebih tinggi pak, karena calon kepala derah itu memperebutkan 1 posisi saja," papar Nanda.
Oleh sebab itu, Nanda berharap penyelenggara pemilu bisa bekerjasama dan bersinergi untuk memastikan pelaksanaan Pilkada bisa berjalan aman dan lancar.
"Karena Pilkada 2024 ini membutuhkan integritas penyelenggara pemilu, maka kita perlu kerjasama dan bersinergi ya. Kami berharap kita bisa sama-sama," kata Nanda.
Nanda berharap, komunikasi dan kordinasi antar penyelenggara pemilu perlu dilakukan dengan baik untuk meminimalisir perselisihan antar penyelenggara.
"Harapan kami bapak/ibu Panwascam dan jajaran kami bisa dilakukan dengan kekeluargaan, kita sama-sama belajar tidak ada senior, junior, baru, lama, tinggal bagaimana kita bekerjasama. Selama kita masih di wilayah yang sama, lebih enak kalau kita tetap bersaudara, komunikasi baik, tidak ada selisih paham, harmonis lah," pesan dia. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)