KPU Kota Semarang Hadiri Plenary International Conference on Democration and Social Transformation
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan dari Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam kegiatan Opening Ceremony and Plenary Internatinonal Conference on Democration and Social Transformation, Kamis (8/6)
Dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Pandanaran Semarang tersebut menghadirkan narasumber Prof. August Pradetto, Prof. Peter Suwarno, Prof. Souad T. Ali, Prof. Jude W.R Genilo, Ph.D., Chusnul Mariyah, Ph.D., Prof. Abdul Jamil, Dr. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum.
Hadir dalam kegiatan itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas, Novi Maria Ulfah. Pada kesempatan itu semua narasumber mengangkat isu yang menyangkut demokrasi dan transformasi sosial dalam fenomena di masyarakat.
Prof. Peter Suwarno menyoroti popularitas media sosial di Indonesia terus mengalami peningkatan pesat.
Namun demikian, peningkatan tersebut dibarengi dengan meningkatnya konten dan perdebatan mengenai isu amoral, dan keagamaan.
"Maraknya isu yang banyak mengisi lini masa di media sosial itu menjadi dengan mudah diakses oleh semua kalangan masyarakat luas," kata Peter.
Narasumber lain, yakni Prof. Souad T. Ali membahas mengenai ketidakpastian masa depan demokrasi dan kemanusiaan di tengah maraknya dunia digital.
Ia mengatakan, meskipun era digital telah membawa kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam banyak aspek kehidupan manusia, tetapi hal tersebut menciptakan tantangan baru bagi demokrasi dan kemanusiaan.
Sementara itu, Prof. Abdul Djamil, M.A mengungkapkan kajian mengenai isu agama yang selalu menciptakan pertentangan.
Ia mengatakan isu agama sudah banyak terjadi dan menjadi pemicu terjadinya konflik di Indonesia. Karena hal itu ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu waspada karena isu tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan konflik baru.
Menurutnya masyarakat Indonesia perlu belajar bahwasanya isu agama merupakan isu sensitif dan sangat mudah memicu konflik, untuk itu ia menekankan perlunya persatuan antar umat beragama di Indonesia.
Pada materi akhir, Dr. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum, menyampaikan paparan dengan tema dampak pembangunan daerah perkotaan.
Misbah menyampaikan bahwa masyarakat memiliki cara pandang tersendiri terhadap lingkungan di sekitarnya, di mana perspektif itu dibentuk oleh sejarah panjang kehidupan mereka.
Oleh sebab itu pembangunan yang dirancang untuk memajukan suatu wilayah perlu suatu proses sosialisasi yang matang agar tidak membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)