Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Raker Pengelolaan Informasi Pemilu dan Pilkada

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang menghadiri rapat kerja (raker) pengelolaan informasi pemilu dan pilkada yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Tengah, Rabu (5/7).

Acara di buka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro yang menyampaikan bahwa tahapan sosialisasi digunakan untuk menyebarluaskan informasi mengenai tahapan-tahapan dalam pemilu, termasuk hari pemungutan suara dan pendidikan pemilih mengenai pentingnya berpartisipasi dalam pemilu dan pilkada.

”Sosialisasi ini merupakan tahapan yang terintegrasi dengan seluruh tahapan pemilu untuk memastikan semua masyarakat Indonesia tahu kapan hari dan tanggal pemungutan suara, dan juga memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat, misalnya ajakan ke TPS dan tata cara mencoblos surat suara," kata Paulus.

Paulus juga menjelaskan bahwa tujuan raker tersebut agar satker KPU dapat mengelola media sosial sebagai penunjang prinsip keterbukaan publik.

"Tujuan raker ini supaya kita bisa memaksimalkan pengelolaan medsos, sebagai bentuk transpransi dan keterbukaan informasi KPU kepada publik,” lanjut Paulus.

Sementara itu Anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Ermy Sri Ardhyanti yang hadir sebagai narasumber menyampaikn materi mengenai standar layanan dan penyelesaian sengketa informasi pemilu dan pilkada.

Ermy mengatakan bahwa terdapat tahapan krusial dalam pemilu, khususnya mengenai keterbukaan informasi yang sering dijadikan objek aduan.

"Informasi yang perlu disajikan meliputi tahapan, program, dan jadwal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu dan pilkada. Hak, kewajiban, kewenangan, larangan, dan sanksi yang berkaitan dengan penyelenggaraan tahapan, terang Ermy.

Pada kesempatan tersebut, KPU Provinsi Jawa Tengah juga mengundang Pimpinan Redaksi Tribun Jateng, Erwin Ardian yang menyampaikan materi mengenai bagaimana mengelola podcast yang efektif.

Erwin memaparkan, mengingat podcast sering digunakan KPU sebagai media sosialisasi, ia menyampaikan bahwa KPU juga perlu mengoptimalkan media sosial lain. Dengan variasi media sosialisasi ia menjelaskan KPU dapat memperluas jangkaunan penyampaikan informasi kepada publik.

“Optimalisasi medsos ini diperlukan Youtube, Instagram, Tiktok dan lainnya perlu, mengingat sosmed dipercaya bisa menentukan arah politik atau suksesi kepemimpinan tahun depan," kata Erwin.

Meski demikian, ia mengatakan untuk mengelola media sosial diperlukan langkah-langkah yang baik. Salah satunya yang perlu ditentukan ialah tujuan dari program yang dibuat.

"Hal yang diperhatikan yaitu tujuan podcast itu apa, jadi harus ditentukan dulu, apakah untuk memberikan informasi terkini, menjelaskan proses pemilu, mengadakan wawancara dengan kandidat, atau isu-isu terkait dengan pemilu. Menentukan tujuan akan membantu mengarahkan konten podcast," ujar dia.

Proses selanjutnya, Erwin menjelaskan bahwa agar podcast dapat sukses diperlukan sarana prasarana penunjang seperti peralatan audio visual yang memadai, mengingat format sosialisasi menggunakan podcast ditentukan oleh kualitas suara dan gambar.

"Kualitas audio patut diperhitungkan. Pastikan kualitas audio podcast baik, jadi perlu investasi dalam hal peralatan audio, visual yang memadai, seperti mikrofon yang berkualitas, tata cahaya, dan ruangan, dan lainnya," lanjut Erwin.

Selain itu Erwin juga menyoroti mengenai proses interaksi antara KPU dengan warganet, bentuk dan format sosialisasi, perencanaan konten, ide-ide kreatif, durasi per konten dan juga mengenai konsistensi pembuatan konten.

Untuk meningkatkan partisipasi, Erwin mengatakan KPU dapat memanfaatkan media promosi, baik promosi berbayar maupun promosi melalui personil yang dimiliki KPU. (nmu/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 128 kali