KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Kampanye Pemilu 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan sosialisasi kampanye Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (14/12).
Selain sosialisasi kampanye, kegiatan yang dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono tersebut juga digunakan sebagai malam penyampaikan apresiasi Adyatama Triyasa Adhinata Pemilu 2024 bagi publik yang berpartisipasi dalam lomba karikatur, lomba cipta lagu, dan antologi puisi yang diinisiasi oleh KPU Provinsi Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Handi menyampaikan tahapan-tahapan kampanye Pemilu 2024, metode, hal-hal yang diperbolehkan, dan yang tidak diperbolehkan sesuai PKPU Kampanye Pemilu 2024.
"Sejak 28 November 2023 kemarin kita sudah memasuki masa kampanye sampai 10 Februari 2024. Ada metode yang diperbolehkan dan tidak boleh. Metode kampanye rapat umum dilakukan di 21 hari menjelang masa tenang," papar Handi.
Mengenai sumbangan untuk kampanye Pemilu 2024, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Sosdiklihparmas, Akmaliyah menjelaskan bahwa publik yang mendukung salah satu peserta Pemilu dapat memberikan sumbangan untuk kampanye.
"Pemilu demokratis indikatornya adanya partisipasi pemilih. Misalnya ada pemilih yang mendukung peserta Pemilu boleh saja memberi sumbangan kepada peserta Pemilu. Tentu dengan mekanisme yang diatur dalam regulasi," kata Akmaliyah.
Lebih lanjut mengenai partisipasi publik pada Pemilu 2024, Akmaliyah mengatakan, semua pihak dapat berpartisipasi dalam Pemilu sebagai penyelenggara ataupun melakukan pemantauan jalannya Pemilu.
"Partisipasi juga dapat dilakukan oleh media massa, lembaga pemantau, atau menjadi penyelenggara adhoc," imbuhnya.
Untuk meningkatkan eksposur penyelenggaraan Pemilu 2024, Akmaliyah menjelaskan bahwa KPU kabupaten/kota perlu melakukan sosialisasi kepada berbagai segmen di masyarakat secara berkala.
Dengan demikian, tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang sedang dilaksanakan oleh KPU dapat diketahui oleh masyarakat luas.
"Strategi dan metode diperlukan untuk menyasar pemilih pemula, disabilitas, perempuan, marginal, komunitas, warga internet, masyarakat umum, ormas, masyarakat adat dan instansi pemerintah," ujar dia.
Selain menyasar berbagai segmen masyarakat, Akmaliyah juga meminta satker KPU untuk menggunakan berbagai macam variasi media untuk menyampaikan informasi Pemilu 2024.
"Selain itu bapak/ibu juga perlu membuat materi, menyebarluaskan materi. Bisa menggunakan sarana apapun, terutama yang sedang diminati masyarakat, Ada podcast, dan media center, optimalisasi media luar ruang, optimalisasi badan adhoc kepada masyarakat dan lainnya," lanjut Akmaliyah. (nmu/ed. Foto: nmu/KPU Kota Semarang)