KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Pilkada 2024 kepada Masyarakat Pedurungan
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Sosialisasi kepada Masyarakat Kecamatan Pedurungan dengan tema 'Peran Masyarakat Dalam Mensukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024', Rabu, (12/6).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kantor Kelurahan Tlogosari Wetan, Jalan Perum Dolog Lor I tersebut digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang.
Hadir sebagai narasumber pada acara itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, dan Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol, Suparman.
Pada sambutan yang disampaikan, Lurah Tlogosari Wetan R. Kamto Warsono, menjelaskan bahwa pasca Pemilu 14 Februari lalu, selanjutnya pada Rabu, 27 November 2024 warga masyarakat Kota Semarang akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, dan Walikota dan Wakil Walikota Semarang.
"Karena masih ada agenda pemilihan di tahun 2024 ini, jangan sampai golput ya pastikan gunakan hak suaranya dalam memilih pemimpin yang sesuai," kata Kamto.
Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini dalam materi yang disampaikan menerangkan, pada pelaksanaan Pilkada 2024 KPU Kota Semarang telah membentuk badan adhoc, membuka lembaga pemantau dan membuka pendaftaran pasangan calon dari jalur perseorangan.
"Berdasarkan tahapan yang sudah dilakukan, bisa dipastikan tidak ada pasangan calon yang mendaftar melalui dukungan masyarakat, atau melalui jalur perseorangan," jelas Zaini.
Untuk pendaftaran pasangan calon melalui jalur parpol atau gabungan parpol, Zaini menambahkan tahapan tersebut akan dimulai pada bulan Agustus mendatang.
"Kalau bapak/ibu melihat spanduk-spanduk di jalan, itu bukan pasangan calon nggih, karena pendafataran pasangan calon dari parpol atau gabungan parpol baru akan dimulai pada bulan Agustus mendatang," sambungnya.
Mengenai tahapan Pilkada 2024 terdekat, pada bulan Juni, KPU Kota Semarang mulai merekrut Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk menyusun daftar pemilih.
"Di bulan Juni ini akan ada pembentukan Pantarlih. Nanti petugas ini akan datang dari rumah ke rumah untuk mengecek dan meng-update data pemilih, tujuannya agar daftar pemilih kita ini mutakhir dan valid," terang Zaini.
Untuk mempermudah pelaksanaan tugas pantarlih, Zaini berharap masyarakat bisa mempersiapkan data kependudukan pada saat proses coklit berlangsung.
"Satu TPS di pilkada paling banyak 600 pemilih, jadi agar mempercepat proses coklit oleh pantarlih, mohon nanti petugas kita diterima dan bapak ibu mempersiapkan KTP elektronik, atau KK atau surat kependudukan lain," sambungnya.
Serupa dengan Pemilu, pada Pilkada 2024 KPU masih menerima pindah memilih bagi masyarakat yang tidak bisa nyoblos sesuai alamat yang tertera dalam DPT.
"Bisa nanti misalnya warga Kota Semarang yang pindah domisili setelah DPT ditetapkan ke Purwokerto, maka dia masih dapat surat suara Pilgub Jateng, tetapi tidak akan menerima surat suara Pilwakot," kata Zaini.
Zaini berharap, partisipasi pemilih Kota Semarang pada Pilkada 2024 meningkat, mengingat warga Kota Semarang akan memilih Walikota dan Wakil Walikota yang akan menghasilkan kebijakan-kebijakan untuk warga Kota Semarang.
"Jadi ayo kita dukung bersama, datang ke TPS untuk nyoblos calon pemimpin di kota kita, kalau pemilu partisipasinya mencapai 85 persen, masak untuk kota kita sendiri tidak bisa menyamai partisipasinya kan nanti kebijakan yang diambil akan berdampak langsung kepada kita semua," terang Zaini.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman memberikan materi mengenai partisipasi masyarakat pada proses pengawasan pilkada dan Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol, Suparman memberikan materi mengenai fasilitasi yang diberikan Pemkot Semarang kepada penyelenggara pemilu dan unsur-unsur pengamanan di Kota Semarang. (if/rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)