Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Sinergitas dan Kolaborasi Mensukseskan Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadir dalam kegiatan sosialisasi hasil kolaborasi KPU RI dengan Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Indonesia bertajuk Sinergitas dan Kolaborasi Mensukseskan Pemilu 2024, Sabtu (16/12).

Hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda), Ketua Umum Netfid Indonesia, Muh Afit Khomsani, Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Aji Pangestu.

Pada materi yang disampaikan, Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda) meminta peserta sosialisasi agar tidak mudah terpicu dengan narasi yang diposting melalui media sosial.

Ia meminta para peserta sosialisasi untuk melakukan pendalaman informasi terlebih dahulu sebelum meyakini informasi yang didapatkan secara parsial.

"Saat ini banyak fenomena FYP di media sosial, maka perlu melakukan kroscek, pahami dulu konteksnya," ujar Nanda.

Nanda meminta para peserta sosialisasi untuk memahami betul regulasi dan mekanisme mengenai Pemilu 2024 agar tidak mudah terprovokasi atas informasi yang diterima.

"Karena ada juga yang masih belum paham, misalnya Pemilu 2024 ini ada sistem dapil, memang teman-teman bisa mengajukan pindah memilih, tetapi karena sistem dapil itu, maka pemilih yang masuk dalam kategori pemilih pindahan, mungkin yang bersangkutan ini tidak mendapatkan lima surat suara secara penuh," papar Nanda.

Melalui deskripsi itu, Nanda meminta kepada peserta sosialisasi untuk dapat membantu KPU dengan cara memahami regulasi dan mekanisme pada Pemilu 2024.

"Nah saat ini yang lebih penting bagaimana kita memberikan pemahaman kepada publik. Maka pada Pemilu 2024 ini kita butuh sinergi, tidak mungkin KPU bisa menjelaskan ini sendiri," ujarnya.

Menurut Nanda, dengan melakukan pendalaman informasi dan tidak mudah terprovokasi, para pemilih telah mengambil peran dalam suksesnya Pemilu 2024, yakni menahan laju dan penyebarluasan informasi yang tidak benar.

"Mari kita gunakan peran masing-masing berkontribusi memberikan warna kepada Pemilu 2024 agar bisa berjalan dengan baik. Masing-masing bisa mengabarkan mekanisme Pemilu misalnya, agar tidak mudah terpicu dengan informasi yang belum tentu benar," sambungnya.

Senada dengan Ketua KPU, Ketua Umum Netfid Indonesia, Muh Afit Khomsani menjelaskan bahwa interaksi di media sosial saat ini mencerminkan era post truth.

"Memang saat ini kita sudah masuk dalam era post truth, dimana informasi tidak benar yang terus menerus dikabarkan akan menjadi informasi yang diyakini sebagai kebenaran, padahal kita tahu informasi itu tidak tepat. Nah ini patut kita waspadai bersama," terang Afit.

Untuk mengantisipasi hal itu, Manajer Pemantauan JPPR, Aji Pangestu meminta para peserta sosialisasi untuk mengambil peran lebih ketimbang sebagai konsumen berita semata, tetapi juga melakukan pendalaman atas informasi-informasi yang diterima, dan mengabarkan informasi yang mencerahkan.

"Penting sekali teman-teman ini tahu, paham politik, mengerti konsep demokrasi dan regulasi dan mekanisme Pemilu agar kita mengerti betul bagaimana harus betsikap, teman-teman harus menjadi subjek dalam Pemilu, jangan jadi objek," pesan Aji.

Kegiatan yang berlangsung di Aston Inn Semarang tersebut dihadiri oleh para mahasiswa dan lembaga pendidikan di Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 78 kali