KPU Kota Semarang Ikuti Workshop Penyusunan Buku Penyelenggara Badan Adhoc Pilkada 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Workshop Persiapan Pembuatan Buku tentang Badan Penyelenggara Adhoc Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024 di Jawa Tengah, Jumat (17/1).
Acara yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah itu dihadiri oleh Anggota KPU Divisi Sosdiklihparmas & SDM, Kasubbag Parhumas & SDM, serta staf dari KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiantoro, menekankan pentingnya dokumentasi melalui pembuatan buku ini.
"Melalui buku ini nantinya, menjadi cara kita untuk meninggalkan jejak yang bermakna. Jabatan kita mungkin terbatas oleh waktu, tetapi karya melalui pembuatan buku ini akan terus diingat," ujarnya.
Pada sesi arahan, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi SDM, Mey Nurlela, menjelaskan bahwa buku yang akan disusun merupakan hasil ide dan pemikiran para Anggota KPU Divisi SDM.
"Kami ingin buku ini menjadi refleksi bersama. Isinya akan memuat pengalaman, ide, dan fenomena yang relevan, seperti perekrutan badan adhoc, kolektif kolegial, serta penerapan kode etik dan integritas penyelenggara," katanya.
Workshop yang berlangsung di Hotel Gumaya Semarang tersebut menghadirkan Dr. Mohamad Hakim Junaidi, M.Ag akademisi dari UIN Walisongo sebagai narasumber.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan materi berjudul Potret Kinerja Penyelenggara Adhoc di Jawa Tengah. Ia menggarisbawahi pentingnya evaluasi bagi penyelenggara pilkada.
Hakim menyoroti aspek-aspek utama dalam perekrutan badan adhoc, seperti tingkat pendidikan, pengalaman kepemiluan, dan pemahaman tupoksi sebagai penyelenggara.
Hakim juga memberikan catatan terkait penyelenggaraan Pilkada 2024, termasuk tantangan dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan kinerja badan adhoc di lapangan.
Sementara itu, Syifaul Arifin dari Solopos sebagai narasumber kedua membawakan materi dengan tema Ide dan Cara Menghasilkan Tulisan yang Menarik.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa ide tulisan dapat muncul dari berbagai sumber, seperti peristiwa, buku atau tulisan orang lain, fenomena aktual, hasil penelitian, maupun refleksi pribadi.
"Tulisan yang menarik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu pembaca. Temukan sudut pandang unik, gali fenomena yang ada di sekitar kita, khususnya terkait SDM badan adhoc," ujarnya sambil mengajak peserta untuk berbagi pengalaman.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan mampu menggali ide-ide kreatif dan menuangkannya ke dalam tulisan yang informatif dan bermakna. Hasilnya, buku ini nantinya diharapkan menjadi salah satu karya berharga tentang badan penyelenggara adhoc di Jawa Tengah. (ana/ed. Foto: ana/KPU Kota Semarang)