KPU Kota Semarang Kunjungi SMA Karangturi Untuk Sosialisasikan Pemilu 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema 'Cawe-Cawe Pemilih Pemula pada Pemilu 2024' yang diinisiasi oleh SMA Karangturi Semarang, Jumat (2/2).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) yang menyampaikan bahwa pemilih pemula memiliki hak pilih yang sah secara konstitusi dan wajib terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.
"Pemilu 2024 nanti temen-temen sudah tahu ya akan menerima lima surat suara. Tetapi Pemilu ini bukan sekedar kita berada di TPS untuk nyoblos, tetapi kita juga harus sadar bahwa pilihan kita ini akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpengaruh pada segala aspek di sekitar kita, jadi temen-temen ini harus terlibat," ujar Nanda.
Nanda menjelaskan, wajar jika pelajar SMA fokus terhadap kegiatan belajar, namun ia menambahkan, proses belajar pelajar SMA yang saat ini dilakukan juga merupakan hasil dari kebijakan pemimpin yang sebelumnya terpilih melalui proses Pemilu.
"Temen-temen misalnya sekolah di Karangturi hari jumat pakai baju bebas, kurikulumnya diatur sedemikiaj rupa melalui peraturan perundang-undangan, tetapi kebijakan-kebijakan yang saat ini ada belum tentu sama jika ada pemimpin baru hasil Pemilu nanti," paparnya.
Untuk itu Nanda mengajak para pelajar SMA Karangturi untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk mendalami calon pemimpin yang menjadi Peserta Pemilu 2024.
Menurut Nanda di era media sosial saat ini para pemilih pemula lebih cakap dalam menggunakan teknologi informasi sehingga akan lebih mudah mendapatkan kepemiluan.
"Saat ini coba angkat tangan yang tidak punya handphone, tidak ada, yang tidak bisa connect ke internet? atau tidak punya medos. Nah kelebihan ini harus digunakan untuk menentukan pemimpin, jadi sebelum menentukan pilihan, cari tahu dulu latar belakangnya apa, programnya apa, dan apa visi dan misi yang akan dilakukan jika terpilih karena ini akan membawa dampak pada kita," pesan Nanda.
Senada dengan Nanda, Kepala Sekolah SMA Karangturi Semarang, Susena mengatakan bahwa mempelajari visi misi dan program calon pemimpin merupakan salah satu cara agar pemilih pemula tidak termakam isu-isu hoaks yang menyesatkan.
"Kalian kan sudah mengenali melalui medsos calon yang ikut di Pemilu, nah kalian perlu dalami profil, track record para calon pemimpin ini. Kita harus cerdas agar pemilu kita ini kondusif, aman, transparan, dan kita mendapat info yang benar, tidak terlibat isu hoaks," ujar Susena. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)