KPU Kota Semarang Mengikuti Launching KPU-CSIRT
KPU Kota Semarang Mengikuti Launching KPU-CSIRT
Jumat (21/1) KPU Kota Semarang mengikuti launching KPU-CSIRT atau Computer Security Incident Response Team melalui zoom meeting yang digelar KPU RI. Komisioner dan kasubag mengikuti di aula KPU Kota Semarang.
Acara Launching KPU-CSIRT atau Computer Security Incident Response Team, Jumat 21 Januari 2022. Pelaksanaan di hotel arya duta Jakarta dan virtual di link zoom dan siaran langsung di kanal youtube KPU RI.
Hadir langsung, Ilham Saputra (Ketua KPU RI), Kepala Badan Ciber dan Sandi Negara (Letjen Himsa Siburian), anggota KPU RI, Teguh Prasetyo (DKPP RI), Ketua Partai Politik, Plh Sekjen KPU RI, Inspektur Utama KPU RI, pimpinan LSM dan pegiat pemilu, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota Se Indonesia.
Kepala pusat data dan informasi KPU RI, Sumaryandono menyampaikan laporan kegiatan, bahwa CSIRT merupakan kebutuhan utama dalam menghadapi penggunaan teknologi informasi.
“Penggunaan CSIRT sudah berkembang di seluruh dunia, pengguna teknologi informasi sudah mengutamakan penerapan CSIRT” katanya.
Di tingkat nasional CSIRT sudah dibangun pada beberapa kementerian dan KPU salah satunya. CSIRT dalam rangka persiapan ketika KPU menghadapi serangan yang perlu dilakukan respon cepat.
“Tugas dan fungsi KPU sangat strategis, berbagai tahapan pelaksanaan pemilu memiliki dampak besar terhadap sistem demokrasi di Indonesia maka KPU menjadi prioritas penerapan CSIRT, itu sudah selayaknya” tegas Sumaryandono.
KPU mengundang partrai politik nasional maupun lokal, pemerhati pemilu atau NGO, bawaslu dan DKPP. Sumaryandono menilai Secara umum persiapan pelaksanaan sudah sesuai harapan dan hari ini bisa dilaksanakan launching oleh BSSN dan KPU.
Himsa Siburian pada sambutannya menyampaikan setidaknya ada dua sifat ancaman satu teknis melalui lapisan, kedua yang menyerang lapisan pertama seperti mall ware dan pencurian data, yang ketiga melalui lapisan kedua yang diserang adalah manusia.
Tingginya tingkat pemanfaatan teknologi informasi berbanding lurus dengan ancaman. Semakin banyak pengguna teknologi informasi semakin banyak ancaman.
“Tugas utama CSIRT adalah supaya jangan sampai serangan teknis mengganggu sistem dan platform yang dibangun KPU” jelas Himsa.
Ilham Saputra pada sambutannya menyampaikan bahwa CSIRT bertugas supaya data server jaringan aplikasi data terjamin keamanannya.
“Jika tahapan dimulai start bulan juni, maka banyak penerapan penggunaan teknologi informasi seperti aplikasi teknologi informasi, sistem informasi partai politik, segera digunakan, sidapil, sidalih, sirekap dan situng menjadi sistem informasi dan teknologi yang pasti digunakan pada pemilu 2024” katanya.
Ilham bercerita pengalaman KPU pada 2019, bahwa data KPU diretas pada diagram hasil yang menimbulkan kebingunan banyak pihak, merasa bahwa hasil pilihan dimanipulasi.
“Awal-awal rekapitulasi sudah masuk di halaman dan berkat dukungan BSSN bisa mengatasi hacker” kata Ilham.
Ilham menegaskan, CSIRT sangat penting bagi KPU sebagai penyelenggara pemilu dan pilkada yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. KPU RI berusaha mengembangkan sistem kepemiluan untuk memudahkan masyarakat untuk melakukan konfirmasi data dan berita terhadap adanya hoak yang muncul.
“CSIRT berfungsi merespon dan mitigasi adanya insiden ciber sehingga penerapan SPBE pada KPU RI semakin praktis dan efektif, " pungkas Ilham Saputra (Didin)