Berita Terkini

KPU Kota Semarang Sosialisasikan Pembentukan KPPS Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilu tahun 2024, Kamis (14/12).

Kegiatan yang diselenggarakan di hotel Candi Indah Semarang tersebut mengundang pimpinan ormas/LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di kota Semarang.

Dalam sambutan yang diberikan, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan KPU Kota Semarang sedang merekrut SDM yang akan bertugas sebagai KPPS.

Oleh sebab itu KPU Kota Semarang membutuhkan masukan dan dukungan dari segenap ormas/LSM serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di kota Semarang dalam upaya memberikan informasi seluas-luasnya mengenai proses seleksi KPPS.

"Bapak/ibu sekalian, sebagai informasi, di tahun 2024 besok kita akan membutuhkan 32.522 KPPS di 4646 TPS, 177 kelurahan dan juga 16 kecamatan. Selain itu, kami juga membutuhkan 9292 petugas ketertiban TPS yang nantinya akan bertugas di 4646 TPS," kata Nanda.

"Dalam proses seleksi KPPS yang sedang berjalan, tentu kami membutuhkan masukan serta dukungan Bapak/Ibu sekalian agar kebutuhan KPPS di setiap TPS bisa terpenuhi dan diisi oleh orang-orang yang mampu dan memenuhi persyaratan," imbuhnya.

Pada sosialisasi ini, KPU Kota Semarang mengundang dua narasumber yaitu Naya Amin Zaini, Komisioner Bawaslu Kota Semarang periode 2018-2023 dan Kharis Hidayat, Komisioner KPU Kota Semarang periode 2013-2018.

Naya memaparkan materi tentang antisipasi pelanggaran hukum badan ad hoc (KPPS), menyampaikan agar KPU selalu mendorong PPK dan PPS untuk rajin berkoordinasi dengan jajaran pengawas Pemilu dari tingkat kecamatan (Panwascam), kelurahan (Panwaskel), dan TPS (PTPS) agar dapat bertukar informasi dan urun rembug demi menjaga pelaksanaan tahapan pemilu terhindar dari pelanggaran administrasi dan pelanggaran lainnya.

"KPU dan jajarannya di tingkat bawahnya agar rajin koordinasi dengan jajaran pengawas Pemilu untuk bertukar informasi dan saling urun rembug, tujuannya agar mencegah Pemilu dari bentuk pelanggaran administrasi dan masalah lainnya," jelas Naya.

Naya juga menyampaikan kepada peserta yang hadir untuk turut berpartisipasi mengawal jalannya tahapan Pemilu agar berjalan dengan jujur, adil, dan berintegritas agar tidak ada perseteruan dan ketegangan antar peserta Pemilu maupun antar warga masyarakat.

Sementara itu, Kharis Hidayat memaparkan materi tentang evaluasi KPPS Pemilu dan Pilkada di Kota Semarang. Ia menyampaikan bahwa KPPS merupakan aktor utama dalam pelaksanaan pemungutan suara di TPS. 

Kharis menambahkan, proses seleksi KPPS merupakan tahapan yang cukup penting karena kinerja mereka akan menentukan proses pemungutan suara agar berjalan dengan aman dan kondusif.

"Proses kerja keras KPPS sebagai ujung tombak menentukan hasil pemungutan suara, KPPS nanti akan mencurahkan daya pikir dan usaha, agar pelaksanaan pemungutan suara aman dan kondusif," jelas Kharis.

Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan kepada peserta sosialisasi mengenai persyaratan calon anggota KPPS dan tata cara pendaftarannya.

Novi juga mengajak segenap ormas/LSM serta tokoh masyarakat dan agama yang hadir untuk mendorong anggota atau warga di lingkungannya untuk ikut berpartisipasi menjadi KPPS. (ana/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 149 kali