KPU Kota Semarang Sosialisasilikan DPB Kota Semarang Untuk Pemilu 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Sosialisasi Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Menuju Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 di Orange Ballroom Harris Hotel, Semarang, Selasa (26/7).
Acara sosialisasi ini dihadiri Ketua, dan Anggota KPU Kota Semarang, beserta tamu undangan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, PD Muhammadiyah, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI), PGKS (Kristen) Kota Semarang, Vihara Buddha Dipa, WKRI (Khatolik), Matakin (Konghucu), GOW Kota Semarang, Aisyah Muhammadiyah Kota Semarang, Muslimat NU, KNPI Kota Semarang, Pemuda Pancasila Kota Semarang, Karang Taruna Kota Semarang, Compac Kota Semarang Disabilitas, Tenbir Cyclinjg club, PC. LDII, FKSB, FKPPI, Ketua Tim Penggerak PKK, Dewan Masjid Indonesia Kota Semarang, GP. Ansor Kota Semarang, Pemuda Muhammadiyah, Lindu Aji, Pattiro Kota Semarang dan Granat Kota Semarang.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menyampaikan, kegiatan tersebut adalah upaya KPU Kota Semarang untuk menyampaikan perkembangan penyusunan daftar pemilih berkelanjutan, dan mensosialisasikan tahapan itu kepada masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat menyempurnakan data pemilih yang akan digunakan pada Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 mendatang.
“Tujuan dari diselenggarakannya acara sosialisasi ini adalah untuk mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Semarang, khususnya stakeholder terkait, untuk bersama-sama untuk saling menguatkan agar penyelenggaraan pemilu serentak nanti dapat berjalan sukses, aman, lancar dan memberikan kemaslahatan khususnya bagi warga Kota Semarang”, jelas Nanda (Sapaan Ketua KPU).
Acara Sosialisasi DPB Menuju Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 dipandu oleh Ahmad Zaini (Anggota KPU Kota Semarang) sebagai moderator, dengan narasumber Ulfah Olivia Madiana (Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah) dan Sapto Adi Sugihartono (Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang).
Dalam paparannya, Ulfah menyampaikan akan ada pemilih pemula sebanyak 20.193 di Kota Semarang yang akan menggunakan hak pilihnya, mereka adalah siswa jenjang SMA kelas XI dan XII di Kota Semarang.
Ulfah menambahkan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah memasukkan tema pendidikan politik dan kependudukan sebagai kurikulum pembelajaran, harapannya materi tersebut dapat menggugah kesadaran siswa untuk berpartisipasi pada pemilihan umum.
"Di sekolah diajarkan dan dibekali kurikulum tentang kependudukan yang menjadi bagian dari kurikulum merdeka belajar. Kurikulum tentang kependudukan tersebut memuat tentang pendidikan politik, pendidikan anti korupsi, pendidikan kewarganegaraan, dan P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Siswa diharapkan memiliki kesadaran untuk berpartisipasi pada pemilihan umum," kata Ulfah.
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang menyampaikan bahwa, salah satu indikator suksesnya Pemilu Serentak 2024 adalah tingginya tingkat pasrtisipasi masyarakat yang hadir di TPS.
Sementara itu, menurutnya, terdapat 4 (empat) aktor kunci terkait sukses atau tidaknya Pemilu Serentak 2024, yakni penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP), calon peserta pemilu, pemerintah, dan masyarakat.
"Pemerintah khususnya pemda memiliki peran utama sebagai fasilitator untuk mendukung dan membantu suksesnya penyelenggara pemilu. Mulai dari memberikan dukungan penyelenggaraan, menjamin ketersediaan anggaran dan memberikan fasilitasi bagi penyelenggara, peserta dan masyarakat sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan", ujar Sapto. (rhw/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)