Berita Terkini

Lampaui Target Parmas Nasional, KPU Apresiasi Satker se-Indonesia

Surabaya, kota-semarang.kpu.go.id - Pada kegiatan Rakornas Sosdiklih Parmas yang digelar di Surabaya, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, August Mellaz memberikan apresiasinya kepada satker KPU se-Indonesia atas kinerja selama penyelenggaraan Pemilu 2024 yang menghasilkan partisipasi pemilih 81 persen, melampaui target nasional, Selasa (6/8).

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada teman-teman sehingga partisipasi nasional di Pemilu 2024 mencapai 81 persen. Ini melampaui target nasional 79,5 persen," ujar Mellaz.

Prestasi tersebut tidak lepas dari kerja-kerja yang dilakukan oleh KPU provinsi dan kabupaten/kota dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum, sehingga partisipasi Pemilu 2024 melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024.

Sementara itu, Anggota KPU RI, Idham Holik menyampaikan optimismenya bahwa capaian partisipasi pemilih di Pemilu 2024 akan menular pada Pilkada 2024.

Ia meyakini dengan evaluasi, dan pola sosialisasi yang otonom dan hierarkis, partisipasi pemilih di Pilkada 2024 juga akan menghasilkan persentase yang positif.

"Terkait partisipasi secara otonom atau mandiri dan partisipasi yang digerakkan dengan pendekatan praktis dan struktural di masyarakat, kami yakin partisipasi di Pilkada 2024 juga akan tinggi. Kita sudah punya pengalaman dan bekal yang baik untuk ini," tutur Idham.

Mellaz melanjutkan, divisi parmas merupakan supporting system bagi divisi lain dalam rangka penyebarluasan informasi kepada publik.

Pada proses itu, Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, yang juga membuka kegiatan tersebut meminta satker KPU di seluruh indonesia untuk terus melakukan inovasi, kolaborasi dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak.

"Kita juga harus menjadi penyelenggara yang melayani. Senantiasa melakukan inovasi, kolaborasi, dan sinergi dalam kerja-kerja penyelenggaraan pilkada," jelas Afif.

Kendati partisipasi pemilih Pemilu 2024 positif, namun Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat tetap mengingatkan KPU provinsi dan kabupaten/kota yang hadir untuk tetap melakukan evaluasi sehingga kualitas penyelenggaraan pemilu dan pilkada semakin baik.

"KPU tentu tetap harus melakukan evaluasi, merumuskan renstra, serta konsep kegiatan ke depan yang signifikan, agar kita semakin baik," kata dia.

Pada Pilkada 2024, Yulianto mengingatkan seluruh KPU se-Indonesia untuk cermat dalam penyusunan regulasi, dan petunjuk teknis sebagai prosedur melaksanakan seluruh tahapan.

"Perlu lebih berhati-hati dalam penyusunan petunjuk teknis dan keputusan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota karena itu salah satu objek sengketa," papar Yulianto. (ybc/ed. Foto: ybc/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 137 kali