Lewat Medsos, Satker KPU se-Jateng Didorong agar Sampaikan Informasi Pilkada Lebih Menarik dan Informatif
Jepara, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya pengelolaan media sosial yang lebih menarik dan informatif dalam menyampaikan informasi melalui media sosial, khususnya pasca pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Hal ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial bagi KPU kabupaten/kota, Jumat (28/2).
Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Divisi Data dan Informasi, Paulus Widiyantoro, menyoroti dampak besar dari informasi yang beredar di masyarakat, baik yang benar maupun tidak. Ia mencontohkan bagaimana isu tata kelola BBM dapat menyebabkan dampak yang seketika dengan munculnya antrian di pom bensin swasta.
Paulus mencontohkan, pada awal KPU menggunakan kotak suara berbahan duplex juga memunculkan opini publik yang beragam, oleh karena itu, ia mengatakan bahwa setiap isu yang berkaitan dengan masyarakat luas perlu segera diberikan penjelasan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.
"Dulu saat kita menggunakan kotak suara duplex, sempat ada narasi yang menyebutnya sebagai kotak kardus, dan ini berdampak besar baik mengenai opini publik maupun berdampak kepada lembaga KPU," ungkapnya.
Paulus menekankan bahwa penyampaian informasi oleh KPU tidak harus serius, tetapi tetap informatif dan menarik agar mudah dipahami oleh masyarakat.
"Kita bisa menjelaskan aktivitas lembaga dengan cara yang lebih santai. Tidak perlu rigid dan kaku, cukup ringan agar masyarakat tertarik membaca," tambahnya.
Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosparmas), Akmaliyah, menegaskan bahwa banyak informasi pasca-pemilu dan pilkada yang bisa disampaikan kepada masyarakat.
"Kita bisa memilih satu tema dan menyampaikannya dengan cara yang santai serta informatif," ujarnya.
Pada momen yang sama, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Divisi Teknis Penyelenggaraan, Muhammad Machruz, mengapresiasi kinerja operator media sosial di setiap satuan kerja KPU kabupaten/kota.
"Berkat teman-teman operator, informasi pilkada dapat sampai ke masyarakat luas. Ini juga membantu mengurangi penyebaran informasi yang tidak tepat," katanya. Machruz juga mendorong peningkatan kualitas informasi publik agar lebih menarik dan menghibur bagi masyarakat.
Dalam sesi pemaparan materi, Ketua KPU Kabupaten Jepara periode 2018-2023, Subhan Zuhri, yang memiliki latar belakang sebagai pewarta media, mengungkapkan bahwa media sosial kini menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat.
"Saat rekrutmen PPK, banyak peserta mengaku mendapatkan informasi dari media sosial. Bahkan, mereka belajar mengerjakan soal dengan cepat dari TikTok," jelasnya.
Meski media sosial saat ini memiliki peran strategis dalam membentuk image, Ia mengingatkan bahwa pengelolaan media sosial oleh KPU harus tetap berpegang pada asas faktual.
Narasumber kedua, Dosen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Swita Amallia Hapsari, turut memberikan wawasan mengenai strategi pengelolaan media sosial.
"Kita bekerja dengan mesin algoritma, jadi harus mengikuti apa yang menjadi perhatian di media sosial. Gunakan lagu-lagu trending, tetapi jika tidak sesuai dengan citra lembaga, bisa dikecilkan atau diganti dengan musik yang lebih mendukung citra KPU," terangnya.
Pada bimtek yang digelar di kantor KPU Kabupaten Jepara tersebut diharapkan pengelolaan media sosial di setiap daerah semakin optimal, sehingga informasi kelembagaan KPU dapat tersampaikan dengan lebih luas, menarik, dan akurat kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Anggota KPU Divisi Sosdiklih dan SDM, Plt. Kasubbag Parmas dan SDM, serta operator media sosial sekretariat KPU kabupaten/kota di Jawa Tengah. (rap/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)