Berita Terkini

Mahasiswa Perlu Manfaatkan Pemilu Sebagai Diferensiasi Keahlian

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom dalam kegiatan sosialisasi peran mahasiswa dan penguatan demokrasi elektoral mengatakan bahwa mahasiswa perlu terlibat dalam kegiatan pemilihan umum agar memiliki value yang lebih dari lulusan universitas lainnya, Jumat (25/11).

“Teman-teman mahasiswa perlu mengambil bagian dalam pemilu, sehingga kalau sudah lulus tidak hanya mendapat gelar saja tetapi memiliki diferensiasi pada ilmu dan pengalaman pemilu yang tidak dimiliki oleh semua orang,” kata Nanda (sapaan ketua KPU).

Di hadapan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa universitas negeri dan swasta di Kota Semarang, Nanda juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang ikut dalam acara itu perlu berbangga diri karena narasumber yang dihadirkan oleh KPU Kota Semarang sarat akan ilmu kepemiluan.

Narasumber tersebut antara lain Nur Hidayat Sardini, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro, yang pernah menjabat sebagai Ketua Panwaslu Jawa tengah (2003-2004), Ketua Bawaslu RI (2008-2011) dan Anggota DKPP RI (2012-2017). Selain itu KPU RI juga menghadirkan Erik Kurniawan, peneliti dan Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD).

Senada dengan Nanda, Nur Hidayat Sardini atau yang akrab disapa dengan nama NHS mengatakan, mahasiswa perlu menyeimbangkan antara landasan teori yang telah didapatkan di kampus dengan kegiatan sosial politik di masyarakat.

Oleh sebab itu NHS menyampaikan, bagi mahasiswa yang ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat harus memiliki literasi yang cukup, memiliki kepedulian terhadap keadaan sosial politik, dan juga dapat membentuk kolektivitas kelompok.

“Untuk itu butuh literasi, political awarness atau kepekaan dan kepedulian politik dan bisa menghimpun kepedulian kolektif agar suara kita didengar dan memiliki arti,” kata NHS.

Terkait kolektivitas, Erik Kurniawan mengatakan mahasiswa bisa memberikan dampak yang besar jika ide-ide untuk perbaikan disatukan dan disuarakan bersama.

“Politik pada dasarnya kan tujuan, kalau ingin pendidikan mudah, berbiaya murah dan berkualitas harus diperjuangkan, kalau sendiri-sendiri tidak bisa, jadi harus bersatu, bangun konsensus,” kata Erik.

Menurut Erik bentuk partisipasi politik semacam itu lebih memiliki nilai dibanding bentuk partisipasi politik lainnya.

“Itu akan lebih bernilai partisipasinya, bukan berarti partisipasi lain tidak berarti, tetapi yang semacam itu akan lebih memberi dampak,” lanjut Erik.

Sementara itu untuk berkontribusi pada proses pemilu, NHS mengatakan kepada mahasiwa untuk tidak mudah terbawa oleh arus informasi yang mengarah ke penyebaran berita hoaks atau disinformasi. 

“Be smart netizen, jangan masuk dalam lingkaran hoaks, disinformasi, hate speach,” ujar NHS.

Agar memiliki pengalaman yang baik tentang pemilu, NHS mengundang mahasiswa yang hadir untuk ikut menjadi relawan demokrasi dan anggota KPPS.

“Jadilah relawan, jadilah penyelenggara, anggota kpps agar anda memiliki pengalaman bagaimana proses pemilu di lapangan,” kata NHS.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksankan oleh KPU Kota Semarang di Hotel GranDhika, Jalan Pemuda Nomor 80, Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 231 kali