Membangun Pondasi Demokrasi di Kota Semarang
Membangun Pondasi Demokrasi di Kota Semarang
Untuk mendorong peran aktif dan membangun kesadaran politik masyarakat untuk peningkatan partisipasi dalam pemilu dan pemilihan, KPU Kota Semarang mengadakan sosialisasi ke kelurahan yang tergolong partisipasi rendah pada pemilihan walikota dan wakil walikota semarang tahun 2020.
Kelurahan Kaliwiru Kecamatan Candisari Kota Semarang termasuk salah satu kelurahan yang menjadi target sosialisasi mengingat partisipasi di Kaliwiru di bawah target partisipasi yaitu 77,5 %. Pada Pilkada 2020 Kelurahan Kaliwiru terdiri atas 7 TPS dengan 2410 pemilih, sementara persentase 62,39 %.
Sosialisasi menghadirkan narasumber Novi Maria Ulfah (Komisioner KPU Kota Semarang) dan Naya Amin Zaini (Komisioner Bawaslu Kota Semarang). Peserta yang hadir adalah ketua RW, PKK, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dan perwakilan penyelenggara pemilu di Kelurahan Kaliwiru. Acara berlangsung pada hari Kamis (10/3) pukul 19.30 sampai selesai.
Novi Maria Ulfah menyampaikan, rendahnya partisipasi masyarakat bisa diantisipasi dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih.Menurutnya, sosialisasi pemilu dilakukan secara meluas dan efektif oleh penyelenggara pemilu yang bekerjasama dengan masyarakat sipil, dan pihak terkait sehingga partisipasi pemilih dapat meningkat.
"Pemilu serentak 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari dan 27 November 2024, semoga semua yang hadir disini bisa datang ke TPS," kata Novi
Sementara itu Naya Amin Zaini menilai bahwa partisipasi pemilih rendah disebabkan antara covid yang tinggi, rob atau banjir satu daerah, daerah tokoh politik, kesulitan atau kerumitan mencari penyelenggara pemilu baik jajaran KPU atau Bawaslu sehingga tugas-tugasnya kurang optimal.
Siapa saja yang wajib melakukan antisipasi terhadap kemungkinan partisipasi rendah antara lain Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu), Pemerintah Daerah (Walikota, Kesbangpol, Camat, Lurah, RW, RT). Partisipasi Masyarakat (Tokoh Masyarakat, Agama, Profesi, Kampus). Partai Politik sebagai institusi Pemberi Pendidikan Politik.
Sinergi dan kolaborasi dengan stakeholders yang berkaitan dengan isu partisipasi pemilih, Pemda, kesbangpol, disdukcapil, NGO yang konsen pemilu, Tokoh-tokoh yang berpengaruh, untuk diajak gotong royong dalam meninggikan partipasi pemilih.
Budiyanto (Lurah Kaliwiru) menyampaikan bahwa pada sosialisasi ini, Dia mendatangkan perwakilan masyarakat dari unsur pemilih pemula, perempuan, ketua RW, perangkat kelurahan Kaliwiru.
Menurut Budiyanto, "Belum maksimalnya partisipasi di Kaliwiru adalah karena calon tunggal, angka covid yang tinggi, kemudian sepertiga wilayah adalah masyarakat kelas ekonomi menengah keatas, imbasnya adalah sulit untuk bertemu" katanya.
"Setelah sosialisasi ini, kami berharap bapak ibu peserta agar mensosialisasikan persiapan pemilu 2024, agar gethok tular kepada masyarakat Kaliwiru", tambahnya.