Berita Terkini

Memiliki Kompleksitas Tinggi, Wadek Unsoed Ingatkan KPU untuk Kelola Kerjasama Internal yang Baik

Purbalingga, kota-semarang.kpu.go.id - Dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Jelang Pilkada 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Wakil Dekan 2 Fisip Unsoed, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si. berpesan kepada satker KPU se-Jawa Tengah untuk mengelola kerjasama yang baik antara anggota dan sekretariat KPU, Selasa (15/10).

Hal tersebut diingatkan oleh Slamet, karena menurutnya mengelola lembaga penyelenggara pemilu bukan merupakan hal yang mudah, dan memiliki pressure yang tinggi.

"Mengelola lembaga penyelenggara pemilu bukan hal yang mudah. Pressurenya tinggi. Ada dana 41 triliun untuk menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024, maka perlu pengelolaan dan kerjasama yang baik antara komisioner dan sekretariat," kata Slamet.

Pada kegiatan yang digelar di aula KPU Kabupaten Purbalingga tersebut Slamet juga menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja lembaga dibutuhkan kecakapan dalam mengelola SDM, dan pertanggungjawaban keuangan.

"Hal utama yaitu SDM dan bagaimana mengelolanya. SDM yaitu manusia. Bagaimana mindset, talenta dan skill. Kedua, pengelolaan keuangan. Dana banyak atau sedikit harus bisa mengelola," sambung Slamet.

Faktor yang lain yang turut mempengaruhi, kata Slamet adalah teknologi. Faktor teknologi tersebut perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat membantu tercapainya tujuan lembaga.

Meski demikian, Slamet menjelaskan bahwa pengelolaan SDM menjadi faktor yang krusial. Seorang pimpinan lembaga kata Slamet perlu menerapkan tata kelola yang baik agar kinerja lembaga menjadi optimal

"Yang utama dari ketiganya itu manusia. SDM dituntut untuk  meningkatkan skill, cepat memahami aturan/regulasi. Tetapi sebelumnya pimpinan harus memberikan edukasi, contoh, dan guidance," papar Slamet. 

Agar bisa melakukan manajemen SDM, Slamet juga menekankan adanya kepemimpinan yang baik, karena baik atau tidaknya kinerja sebuah lembaga ditentukan oleh sosok pemimpin yang baik pula.

"Karena leadership bisa menyatukan kepentingan yang berbeda, ini hal yang paling utama, dengan fungsi yang dia miliki. Sehingga semua komponen bisa sinergi," kata dia.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengingatkan agar KPU senantiasa menjaga integritas. Selain itu juga kolaborasi internal maupun bekerjasama dengan pihak lain.

"Penyelenggara pemilu harus independen. Tugas KPU bukan hanya menyelenggarakan pemilu tetapi memastikan setiap tahapan berjalan dengan adil, jujur sehingga bisa menjaga kepercayaan publik," pesan Slamet.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua, Anggota KPU Divisi Sosparmas dan SDM, serta Sekretaris KPU Kota Semarang. (nmu/ed. Foto: nmu/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 873 kali