Menjadi Pemilih Cerdas, Berintegritas, dan Anti Politik Uang
Menjadi Pemilih Cerdas, Berintegritas, dan Anti Politik Uang
Sesi dua workshop pembekalan kader DP3 hari kedua, Jumat 19 November 2021 dengan narasumber Khoirunnisa Nur Agustyati (Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi/Perludem). Judul modul materi yang diberikan yaitu sistem dan tahapan pemilihan umum dan pemilihan.
Anggota KPU Kota Semarang divisi sosdiklih dan Kasubag TPH menyimak dan mengikuti workshop dengan seksama melalui tayangan aplikasi zoom meeting di aula KPU Kota Semarang.
Sesi selanjutnya, sebagai narasumber Mada Sukmajati (Akademisi Universitas Gajah Mada) dengan judul materi Pendidikan Pemilih Dalam Pencegahan Politik Uang.
Satu hal yang menarik yang disampaikan oleh Mada Sukmajati adalah bahwa integritas dalam pemilihan itu bukan hanya wajib melekat pada penyelenggara dan peserta pemilihan tetapi juga masyarakat.
Mengingat kader DP3 nantinya akan bersinggungan langsung dengan pemilih yang ada di desa. Maka banyak peserta yang menanyakan perihal dinamika pada pemilihan kepala desa. Dimana banyak yang menilai bahwa pemilihan kepala desa sulit bisa lepas dari politik uang.
Sukmajati menilai adanya politik uang minimal ada tiga dampak yang terjadi. Pertama akan terpilih pemimpin yang korup dan berfikir untuk mengembalikan modal politik pencalonan. Mada Sukmajati menyebut korupsi elektoral mengingat dia harus mengeluarkan biaya politik yang tinggi untuk modal pencalonan.
Efek kedua adalah pelayanan masyarakat menjadi tidak berkualitas , karena penguasa yang korup dan hak-hak masyarakat terampas. Pemimpin yang korup melakukan penyelewengan kekuasaan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Efek yang pasti adalah rusaknya demokrasi.
Menutup paparannya Mada Sukmajati menyampaikan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas, diantaranya adalah memahami hak konstitusinya sebagai warga negara, menggunakan hak pilihnya, memahami dan mengkritisi visi, misi dan program kerja para kandidat serta anti politik Uang. (Didin)