Berita Terkini

Meski Parmas Pilwakot Semarang 2024 Tinggi, Ketua KPU Sebut Kota Semarang Masih Punya PR yang Perlu Digarap Bersama

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id – Angka partisipasi pemilih (parmas) dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Semarang 2024 menjadi yang tertinggi dalam kurun 14 tahun terakhir (2010-2024), yakni mencapai 71,25 persen. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Ahmad Zaini, dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Laporan Evaluasi Pilwakot Semarang Tahun 2024, Rabu (19/2).

"Partisipasi pemilih di Pilwakot 2024 menjadi yang paling tinggi, yaitu lebih dari 71 persen. Dibandingkan Pilwakot 2010 sampai 2024, ini yang paling tinggi," ujar Zaini. 

Kendati angka parmas menunjukkan hasil yang positif, Zaini menjelaskan bahwa penyelenggaraan pilkada di Kota Semarang masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang harus dipecahkan bersama. Salah satu isu yang disorotinya adalah adanya sekitar 4,5 persen suara tidak sah.

Dari persentase tersebut hampir 30 persen di antaranya disebabkan karena pemilih mencoblos dua kandidat sekaligus. "Ini menjadi PR kita bersama agar masyarakat datang ke TPS untuk nyoblos, sekaligus nyoblos dengan sah," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Zaini juga menyampaikan bahwa seluruh tahapan Pilwakot 2024 berjalan dengan lancar hingga penetapan hasil. Ia bersyukur karena pelaksanaan pilkada di Kota Semarang berlangsung kondusif meskipun memiliki potensi kerawanan.

Ia mengapresiasi seluruh stakeholder, Forkopimda, lembaga terkait, serta warga Kota Semarang yang berkontribusi dalam kesuksesan penyelenggaraan Pilkada 2024.

Dalam FGD tersebut, KPU Kota Semarang mengundang dua narasumber, yakni Anggota KPU Kota Semarang Periode 2018-2023, Suyanto dan Heri Abriyanto. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya laporan evaluasi dengan masukan dari berbagai pihak guna meningkatkan kualitas Pilwakot berikutnya.

Suyanto menekankan pentingnya peran anggota KPU dalam menjaga kredibilitas lembaga. "Komisioner adalah representasi KPU. Jika mereka menjalankan tugasnya dengan baik, maka KPU juga akan dipandang baik," paparnya.

Ia juga mengapresiasi langkah KPU dalam sosialisasi Pilwakot 2024 yang telah menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk LSM, ormas, dan lembaga pemasyarakatan.

Sementara itu, Heri Abriyanto menyoroti pentingnya koordinasi antara KPU dan peserta pilkada agar tahapan kampanye berjalan lancar tanpa memicu konflik antarpendukung. 

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang dalam penyelenggaraan Pilwakot. "Waktu 2020, Kecamatan Pedurungan yang luas dan jumlah kelurahannya banyak sempat mengalami kendala dalam rekapitulasi hasil di tingkat PPK. Berkat koordinasi dengan walikota, kami mendapat fasilitas di Stadion Manunggal Jati," ungkapnya.

FGD tersebut digelar oleh KPU Kota Semarang karena penyusunan laporan evaluasi Pilkada 2024 menjadi perhatian khusus KPU RI. KPU RI ingin laporan evaluasi bisa mencerminkan kondisi riil di tiap tingkatan.

Dengan adanya masukan dari berbagai pihak, diharapkan evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perbaikan untuk penyelenggaraan pilkada selanjutnya. 

Kegiatan yang berlangsung di Santika Hotel tersebut mengundang Forkopimda, stakeholder, anggota Forwakot dan Bawaslu Kota Semarang, serta dihadiri oleh Ketua, Anggota, Sekretaris dan jajaran Sekretariat KPU Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 1,258 kali