Monitoring Pelaksanaan Coklit Kedua
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melaksanakan monitoring pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pada 10 (sepuluh) hari kedua (20 hari kerja) petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) untuk Pemilu Tahun 2024, Rabu (8/3).
Pelaksanaan coklit tersebut dilakukan oleh Ketua, Anggota, Sekretaris, Kasubag, dan seluruh Staf Sekretariat KPU Kota Semarang.
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan, proses monitoring bertujuan untuk menjaga kualitas dan kinerja pantarlih pada penyusunan daftar pemilih Pemilu 2024.
Meski melakukan monitoring, Nanda mengatakan kegiatan itu bukan untuk mencari kesilapan yang dilakukan oleh para pantarlih.
"Kami tentu berterima kasih atas upaya bapak/ibu dan rekan-rekan pantarlih. Kegiatan ini bukan untuk mengecilkan usaha atau mencari kesalahan, tapi semata-mata menjaga kualitas pelaksanaan tugas kita bersama-sama," kata Nanda.
Ia tidak ingin karena ada satu atau dua kesilapan, keseluruhan pelaksanaan tugas pantarlih untuk menyusun daftar pemilih di Pemilu 2024 menjadi terciderai.
"Kami justru tidak ingin karena ada temuan satu atau dua hal oleh pengawas, hal ini kemudian dimaknai bahwa kerja pantarlih Pemilu 2024 kurang baik. Padahal saya yakin kerja bapak/ibu sudah maksimal," ujar Nanda.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Ahmad Zaini mengatakan bahwa progres coklit secara keseluruhan telah mencapai 95 persen.
"Secara keseluruhan hasil monitoring yang kita lakukan, proses coklit sudah 95 persen se Kota Semarang. Jadi dalam beberapa hari ke depan proses ini sudah finish," ujar Zaini.
Setelah proses coklit selesai, Zaini mengatakan pantarlih dan PPS masih memiliki tugas untuk mengunggah data hasil coklit melalui aplikasi e-Coklit.
Ia melanjutkan, proses input e-Coklit se Kota Semarang sudah mencapai 50 persen.
"Dari yang kami lihat, proses e-Coklit sudah mencapai 50 persen," lanjutnya.
Senada dengan Nanda, terkait proses coklit, Zaini berpesan kepada PPK, PPS, dan pantarlih di masing-masing wilayah untuk menyisir kembali dari rumah ke rumah untuk memastikan bahwa mekanisme pelaksanaan coklit sudah sesuai regulasi.
"PPK, PPS dan pantarlih yang sudah selesai, mumpung masih ada waktu untuk bisa mengecak apakah masih ada warga yang belum dicoklit, dan apakah ada rumah yang belum tertempel stiker hasil coklit," papar Zaini. (rap/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)