Pengelolaan Media Sosial Butuh Kesinambungan
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menjelaskan, penyebaran informasi kepemiluan melalui media sosial perlu dilakukan secara berkesinambungan, Jumat (17/3).
Nanda menjelaskan, kesinambungan data itu dibutuhkan oleh KPU secara kelembagaan agar jangkauan informasi yang disampaikan kepada publik lebih luas.
Variabel kesinambungan lainnya, Nanda menjelaskan, akun KPU dan jaringan yang ada, yakni PPK perlu memiliki akun yang baku.
"Misal masa kerja PPK habis, kemudian ada PPK baru, ini akun medsos tidak perlu bikin lagi, tinggal memakai akun yang sudah ada. Jadi ada serah terima akun dan email yang digunakan," ujar Nanda.
Selain menambah sebaran informasi, kesinambungan itu juga memiliki manfaat untuk proses dokumentasi dan pertanggungjawavan pekerjaan yang dilakukan oleh PPK dari waktu ke waktu.
"Ini juga memudahkan kerja bapak/ibu, agar perjalanan tahapan pemilu yang sudah dilaksanakan bisa berkesinambungan. Sejarahnya seperti apa, dulu anggotanya siapa saja, seperti apa upaya yang dilakukan bapak ibu semua saat tahapan," terangnya.
Ia melanjutkan, untuk membuat konten, Nanda menghimbau kepada PPK Kota Semarang agar tidak melihat alat apa yang digunakan.
Nanda mengatakan, ketimbang alat, hal utama yang dibutuhkan oleh pembuat konten adalah kemauan dan kreativitas.
"Untuk membuat konten jangan dulu bilang, 'wah handphone ku elek pak', karena sekarang kalau kita mau belajar pasti bisa, tutorial di Youtube sangat banyak sekali," lanjutnya.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengatakan, saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas, PPK perlu mengetahui bagaimana kondisi sosial masyarakat di wilayah masing-masing
Dengan pemetaan itu, Novi menjelaskan, PPK bisa mengetahui kelompok rentan yang perlu diberi materi sosialisasi mengenai pemilu.
"Saat sosialisasi kepada masyarakat, lihat juga kelompok rentan yang ada, seperti kelompok marjinal, misal yang secara geografis sulit mengakses informasi, masyarakat adat, disabilitas, dan yang lain, karena justu mereka yang membutuhkan sosialisasi dari kita," papar dia.
Selain Nanda, dan Novi, Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di aula Kantor KPU Kota Semarang itu juga dihadiri oleh tiga anggota lainnya, serta Sekretaris, dan Kasubbag TPH Sekretariat KPU Kota Semarang.
Hadir dalam kegiatan itu ketua dan anggota divisi sosialisasi PPK se-Kota Semarang dan perwakilan Kominfo Kota Semarang.
Selain membahas materi sosialisasi, kegiatan tersebut juga membahas pembuatan berita dan dasar-dasar fotografi jurnalistik. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)