Rakor Pendidikan Pemilih dan Strategi Sosialisasi pada Pemilu 2024
Manado, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Divisi Sosialisasi, Partisipasi masyarakat dan Pendidikan Pemilih Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengikuti Rapat Koordinasi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Sabtu (17/9).
Kegiatan ini diselenggarakan di Manado tanggal 15-17 September 2022, bertempat di Novotel Manado Golf Resort, dihari oleh Pimpinan KPU Republik Indonesia dan Pejabat Eselon I dan II, dihadiri sekitar 1.007 peserta (Anggota Divisi SDM, Sosdiklih dan Parmas dan Kasubbag) Seluruh Indonesia.
Saat pembukaan, Hasyim Asy'ari Ketua KPU Republik Indonesia mengatakan, partisipasi menurut pandangannya tidak hanya datang saat hari pemungutan dan mencoblos di TPS, tetapi juga bagaimana agar masyarakat ikut merasa memiliki event penyelenggaraan pemilu sehingga tergerak untuk berpartisipasi di dalam tahapan, seperti menjadi PPK, PPS ataupun KPPS.
Selain keikutsertaan masyarakat dalam pemilu, Hasyim mengatakan, proses dan tahapan pemilu seperti proses pemungutan suara, penghitungan suara perlu diinformasikan kepada masyarakat luas.
Menurut Hasyim, agar informasi tersebut dapat diakses secara luas, maka diperlukan strategi, penyampaian pesan, isi pesan, audience, serta pemilihan media yang tepat.
"Dalam penyampaian informasi kepemiluan kepada publik harus memperhatikan lima hal, yakni penyampai pesan, isi pesan, audience, media, dan strategi," papar Hasyim.
Senada dengan Hasyim, August Mellaz Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat mengatakan, untuk bisa membuat pemilih hadir di TPS untuk memberikan suara, diperlukan strategi dan sosialisasi yang baik.
KPU menurut August perlu memanfaatkan teknologi dan media yang saat ini efektif untuk dijadikan sarana berinteraksi dengan masyarakat. Ia berharap dengan pemanfaatan media yang ada, KPU bisa hadir di tengah masyarakat sebagai pusat pengetahuan mengenai kepemiluan.
"Dengan memanfaatkan teknologi dan media yang kita miliki, seperti podcast, situs web, media sosial, layanan informasi E-PPID, pustaka pemilu, dan helpdesk yang kita miliki, kita ingin KPU menjadi pusat pengetahuan dan berbagi pengalaman kepemiluan," kata August.
Terkait produksi informasi kepemiluan kepada publik, Anisha Dasuki, News Anchor iNews yang hadir sebagai salah satu narasumber menjelaskan, sebelum memberikan informasi kepada masyarakat, KPU memerlukan pemetaan kepada audience, seperti background pendidikan, serta faktor sosial dan demografi penduduk.
"KPU perlu memetakan audience, strata sosial, tingkat pendidikan, lingkungan, sebelum mensosialisasikan program agar pesan yang ingin disampaikan saling berkaitan dengan kehidupan mereka," terang Anisha.
Selain Anisha, narasumber yang hadir dalam rakor sosialisasi tersebut antara lain, Pimpinan Redaksi IDN Times, Uni Lubis memaparkan materi terkait aspirasi millenial dan gen Z di Pemilu 2024, Senior Analis Drone Emprit, Yan Kurniawan memaparkan peta social network analysis terkait Pemilu 2024, Executive Producer Kompas TV, Abie Besman, yang memaparkan disinformasi dan hoaks dalam pemilu, Kasubdit Fasilitasi Pendidikan Etika dan Budaya Politik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rahmat Santoso yang memaparkan peran pemerintah dalam fasilitasi Pemilu 2024
Sementara itu moderator dalam diskusi tersebut dilakukan oleh Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Ferry Daud Liando, dan Subkoordinator pada Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU Reni Rinjani. (tbr/ed. Foto: tbr/KPU Kota Semarang)