Rapat Konsolidasi Nasional 2023 Dalam Rangka Kesiapan Pemilu 2024
Jakarta, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti Rapat Konsolidasi Nasional 2023 Dalam Rangka Kesiapan Pemilu 2024 yang digelar oleh KPU RI, Minggu (31/12).
Kegiatan yang berlangsung di Istora Senayan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tersebut dihadiri oleh, jajaran pejabat eselon I, II, III, Tenaga Ahli, dan jajaran Setjen KPU, serta Ketua, Anggota, Sekretaris, Kabag dan Kasubbag KPU Provinsi/KIP Aceh, KPU/KIP Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, Anggota KPU, Parsadaan Harahap, August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Yulianto Sudrajat, Idham Holik, dan Mochammad Afifuddin, bersama Sekretaris Jenderal KPU, Bernad Dermawan Sutrisno hadir membuka sekaligus memberikan arahan pada Konsolidasi Nasional 2023 Dalam Rangka Persiapan Pemilu 2024.
Pada sambutannya, Hasyim menjelaskan tujuan utama Konsolnas, yakni memperkuat organisasi, merapatkan barisan dalam rangka meneguhkan itikad serta meningkatkan kualitas pelayanan sebagai penyelenggara Pemilu kepada pemilih dan peserta Pemilu.
"Konsolnas adalah salah satu bentuk, gambaran, ukuran, dan indikator bahwa memang KPU dan jajarannya memiliki soliditas secara nasional," kata Hasyim.
Dalam arahannya, Augus Mellaz mengatakan, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dengan segenap upaya telah merumuskan visi besar, yaitu menjadikan KPU sebagai pusat pengetahuan dan berbagi pengalaman tentang kepemiluan serta menjadikan KPU sebagai pusat kolaborasi juga kerja sama multipihak.
Sementara Betty memaparkan pengelolaan dan pengamanan data & informasi dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Termasuk perjalanan data pemilih Pemilu 2024, rekapitulasi perubahan metode memilih di luar negeri Pemilu 2024, keterlibatan gugus tugas dalam tahapan Pemilu dan kebijakan satu peta data Pemilu Indonesia untuk menyajikan Pemilu yang terbuka, berintegritas, dan jujur.
Idham mengajak kepada seluruh peserta Konsolnas untuk memantapkan mindset, memantapkan cara pandang bersama sebagai penyelenggara Pemilu. Slogan KPU adalah KPU Melayani.
"Ini adalah salah satu sikap yang harus diambil KPU dalam rangka memberikan yang terbaik kepada para pemilih Indonesia," kata Idham.
Sementara itu Yulianto Sudrajat menjelaskan Pemilu akan berjalan dengan lancar jika pengelolan logistik Pemilu memenuhi prinsip 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat anggaran.
Afif dalam pemaparannya menjelaskan bahwa untuk mewujudkan Pemilu yang berkepastian hukum, regulasi harus tidak multitafsir dan tidak adanya kekosongan hukum, serta perlunya mitigasi risiko untuk menghadapi permasalahan hukum di setiap tahapan Pemilu.
Pada sesi terakhir pemaparan, Bernad Dermawan Sutrisno menegaskan semua pengelola keuangan dan bendahara harus menyelesaikan pertanggungjawaban dengan baik, sehingga tidak ada permasalahan di tahun depan.
"Jajaran sekretariat juga harus menyusun rencana kegiatan dengan baik untuk Tahun Anggaran 2024 agar realisasi anggaran berjalan optimal," ujarnya.
Bernad juga menjelaskan akan melakukan penataan kepegawaian di provinsi, termasuk terkait PPNPN dan PPPK. Selain itu, Bernad juga menjelaskan kebijakan terkait sarana prasarana termasuk gudang logistik dan penekanan pada jajaran Sekretariat mengenai pentingnya mitigasi risiko dalam manajemen distribusi logistik menjelang Pemilu 2024 yang juga akan melibatkan kerjasama dengan dengan TNI Polri. (rhd/ed. Foto: rhd/KPU Kota Semarang)